Hadiri Budaya Adat Atraksi Pukul Sapu Lidi, Buapati Maluku Tengah Tekankan Kekuatan Dalam Kebersamaan.

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 28 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Hadiri Budaya Adat Atraksi Pukul Sapu Lidi, Buapati Maluku Tengah Tekankan Kekuatan Dalam Kebersamaan.

Morela,Tribun-nusantara.web.id. Ribuan massa memadati Negeri Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Sabtu (28/03/2026) bertepatan dengan 7 Syawal 1447 H. Suasana haru dan bangga menyelimuti seluruh hadirin yang hadir untuk menyaksikan dan merayakan tradisi leluhur yang telah berlangsung turun-temurun, yaitu atraksi budaya Pukul Sapu Lidi.

Acara berlangsung sangat meriah dan khidmat, dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa beserta Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Maya Beby dan Wakil Ketua Rohani Vanath. Turut hadir pula Forkopimda Provinsi, Anggota DPRD Provinsi, Sekda Provinsi, Wakil Walikota Ambon, serta jajaran Forkopimda dan OPD Kabupaten Maluku Tengah. Kehadiran Raja Negeri Morella, Upu Latu se-Kecamatan Leihitu, serta para tokoh adat, agama, dan masyarakat semakin menambah keistimewaan acara ini.

Ucapan Lebaran dan Apresiasi Budaya

Dalam sambutannya, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, S.P., M.A.P, terlebih dahulu menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri dan memohon maaf lahir batin atas nama pribadi, keluarga, serta seluruh pemerintah daerah.

Bupati menegaskan bahwa Pukul Sapu Lidi bukan sekadar pertunjukan fisik yang memukau, melainkan warisan budaya yang sarat dengan nilai filosofis yang mendalam.

"Ini bukan sekadar atraksi, tapi pesan kehidupan dari para leluhur. Mengajarkan kita tentang keberanian, sportivitas, dan keteguhan hati. Namun yang paling utama adalah semangat persaudaraan yang terjalin di dalamnya," ujar Bupati.

Ia mengaku sangat bangga melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. "Semangat warga dalam menjaga adat membuktikan bahwa identitas budaya kita tetap hidup dan menjadi kebanggaan bersama," tambahnya.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya ini. Menurut Bupati, tradisi adalah perekat sosial yang menjaga harmoni dan keseimbangan kehidupan bermasyarakat.

"Kita harus terus merawatnya. Tradisi ini bukan hanya untuk dipertahankan, tapi juga harus diperkenalkan lebih luas sebagai ikon kekayaan budaya Maluku Tengah yang mendunia," tegasnya.

Filosofi Lidi: Kuat Karena Bersatu

Di momen spesial tersebut, Bupati Zulkarnain juga menyampaikan pesan mendalam yang terkandung dalam simbolisme Sapu Lidi.

"Sapu Lidi mengajarkan kita bahwa kekuatan tidak pernah terletak pada satu orang saja, melainkan pada kebersamaan. Dalam atraksi ini, yang diuji bukan hanya kekuatan fisik, tapi ketulusan hati untuk tetap menjadi saudara meski ada perbedaan," jelasnya.

Melalui momentum lebaran ini, Bupati berharap nilai-nilai luhur ini terus terjaga, persaudaraan semakin erat, kedamaian abadi, dan budaya sebagai jati diri masyarakat Maluku Tengah senantiasa dirawat dengan tulus.

(H.R)