Hadiri PKM Universitas Terbuka, Wakil Wali Kota Ely Toisutta: Kuatkan UMKM Wisata Galala Dan Ubah Cara Pandang Terhadap Sampah

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 14 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Hadiri PKM Universitas Terbuka, Wakil Wali Kota Ely Toisutta: Kuatkan UMKM Wisata Galala Dan Ubah Cara Pandang Terhadap Sampah

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, secara resmi membuka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka (UT) Ambon di Pantai Galala, Jumat (14/8/2026). Kegiatan ini mengangkat tema "Penguatan UMKM Wisata Pantai Melalui Both Kontainer dan Optimalisasi Pengolahan Sampah Berbasis Kompuster".

Turut hadir Direktur UT Ambon, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Dosen UT Bapak Wildon, Direktur Bank Sampah Induk Bumi Lestari Maluku, pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon, Raja Galala, para mahasiswa UT, serta para pelaku UMKM setempat.

Mengawali sambutannya, Ely mengajak seluruh yang hadir memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya kegiatan yang menyatukan dua kepentingan besar sekaligus: memperkuat ekonomi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

"Kawasan pantai menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa. Di sinilah tumbuh usaha kuliner, minuman, produk lokal, dan berbagai jasa pariwisata. Namun kemajuan wisata tidak boleh berjalan sendiri — pantai yang ramai wajib tetap bersih, tertata, dan nyaman. Lingkungan yang terjaga justru akan meningkatkan daya tarik wisatawan, yang pada akhirnya memberi manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat," tegas Ely.

Ia menyoroti pendekatan pengolahan sampah berbasis kompuster: sampah tidak semata-mata barang buangan, melainkan harus dikelola sejak dari sumbernya. Sampah organik pun dapat diubah menjadi kompos yang bermanfaat. Inilah pendekatan yang harus terus dikembangkan dalam membangun pariwisata Ambon.

Ely menyampaikan fakta yang memprihatinkan: Kota Ambon menghasilkan sekitar 250 ton sampah setiap harinya, sementara armada pengangkut masih sangat terbatas.

"Sejak kami dilantik, saya dan Wali Kota memilih tidak membeli kendaraan dinas baru. Anggarannya kami alihkan untuk membeli sekitar 10 truk sampah. Itu wujud tanggung jawab kami," ungkap Ely.

Namun ia menegaskan: pemerintah tidak mampu bekerja sendiri. "Pemerintah tidak bisa merealisasikan seluruh 17 program tanpa dukungan, kerja sama, dan kesadaran masyarakat. Mulailah memilah sampah sejak dari rumah. Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi di tempat wisata seperti Pantai Galala ini. Kesadaran Anda adalah kunci utamanya."

Pemerintah Kota Ambon terus mendorong agar pembangunan pariwisata memberi manfaat langsung kepada warga — melalui pendampingan pelaku usaha, pemberian both kontainer dan etalase, hingga bantuan modal usaha.

"Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton kemajuan wisata, melainkan pelaku utama sekaligus penerima manfaat. Kepada para pelaku UMKM di Pantai Galala dan kawasan Jembatan Merah Putih, manfaatkanlah pendampingan ini sebaik-baiknya. Jaga kebersihan tempat usaha, tingkatkan kualitas pelayanan, perhatikan higienitas makanan dan minuman, serta terus berinovasi agar produk Anda memiliki nilai tambah dan menjadi kenangan manis bagi setiap wisatawan," pesannya.

Ely juga mengingatkan agar setiap pelaku UMKM senantiasa melayani tamu dengan tulus dan keramahan khas Ambon. "Jangan karena ada urusan atau persoalan di rumah, lalu wajah menjadi cemberut saat melayani pembeli. Tetaplah ramah, tetaplah manis. Orang Ambon mungkin kulitnya hitam, namun hatinya bersih dan tulus. Itulah layanan yang kami harapkan selalu terlihat di tempat-tempat terbuka seperti ini," ucapnya disambut senyum dan tepuk tangan peserta.

Atas nama Pemerintah Kota Ambon, Ely menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Terbuka Ambon yang telah memilih Pantai Galala sebagai lokasi pengabdian. "Ini membuktikan perguruan tinggi tidak hanya berdiri di balik tembok kampus, tetapi hadir nyata membawa solusi bagi persoalan masyarakat," ujarnya.

Ia berharap pendampingan ini tidak berhenti hari ini saja, melainkan berkelanjutan — agar terlihat dampak nyata: pendapatan UMKM meningkat, perilaku warga dalam mengelola sampah berubah, dan kualitas Pantai Galala semakin mempesona sebagai destinasi wisata kebanggaan Ambon.

"Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat, dan menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Kota Ambon yang semakin bersih, maju, nyaman, dan berkelanjutan," pungkas Ely.

(H.R)