Hadrah Sambut Wali Kota, Halal Bi Halal di Fiditan Teguhkan Persatuan Kota Tual

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 01 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Hadrah Sambut Wali Kota, Halal Bi Halal di Fiditan Teguhkan Persatuan Kota Tual

Tual, TribunNusantara.web.id | Alunan hadrah menggema pelan namun khidmat di Fiditan, Kota Tual, Kamis, 27 Maret 2026. Irama rebana mengiringi langkah Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Amir Rumra dalam agenda Halal Bi Halal yang digelar penuh suasana kekeluargaan.

Kedatangan keduanya turut didampingi Ketua DPRD Kota Tual, Kapolres Tual, Penjabat Sekretaris Daerah, serta anggota DPRD Kota Tual, Husein D. Renuat. Rombongan berjalan perlahan menuju lokasi acara, disambut barisan hadrah yang menghadirkan nuansa religius sekaligus simbol penghormatan.

Suasana terasa lebih dari sekadar seremoni. Irama hadrah yang mengalun bukan hanya menjadi pengiring langkah, melainkan juga penanda ruang batin yang dibuka bersama—ruang untuk saling mendekat, meredakan sekat, dan merajut kembali simpul-simpul kebersamaan pasca-Ramadan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Akhmad Yani Renuat menyampaikan pesan dengan nada hangat dan penuh ketulusan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Halal Bi Halal sebagai momentum memperkuat persatuan.

“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi kita tetap satu dalam tujuan membangun Kota Tual,” ujarnya di hadapan para undangan.

Bagi pemerintah kota, Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi tahunan yang dijalankan selepas Idulfitri. Lebih dari itu, kegiatan ini dipandang sebagai wahana refleksi bersama—untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Momentum kebersamaan tersebut juga menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak semata bertumpu pada kebijakan dan anggaran, tetapi pada soliditas sosial dan kepercayaan publik. Tanpa persatuan, agenda pembangunan akan kehilangan pijakan moralnya.

Di tengah suasana haru yang menyelimuti acara, terselip harapan agar semangat persaudaraan tidak berhenti pada seremoni. Pemerintah Kota Tual menaruh optimisme bahwa nilai keikhlasan, persatuan, dan kebersamaan yang terasa hari itu dapat terus hidup dalam praktik keseharian—baik dalam birokrasi maupun di tengah masyarakat.

Dari Fiditan, pesan itu mengalir sederhana namun tegas: Kota Tual hanya akan tumbuh jika warganya berjalan bersama.