Halal Bihalal di Ohoi Danar, Bupati Malra Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan dan Mari Memperkuat Persaudaraan
Halal Bihalal di Ohoi Danar, Bupati Malra Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan dan Mari Memperkuat Persaudaraan
Langgur, Tribunnusantara-web.id Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan silaturahim dan halal bihalal yang digelar Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, bersama warga sekampungnya di Ohoi Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Selasa (24/3/2026).
Kegiatan yang dihadiri masyarakat dari berbagai ohoi tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persaudaraan pasca bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Bupati Thaher menegaskan bahwa perbedaan tidak boleh menjadi penghalang untuk tetap bersatu sebagai satu keluarga besar.
“Harta dan jabatan itu datang dan pergi, tetapi kasih sayang di antara kita harus tetap tinggal. Kita ini satu asal, satu darah, sehingga tidak ada alasan untuk saling bermusuhan,” ujar Thaher di hadapan warga.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai adat dan budaya Kei sejatinya telah lebih dahulu mengajarkan tentang persatuan dan kasih, bahkan sebelum agama hadir menyempurnakannya.
“Semua agama mengajarkan hal yang sama, yaitu kasih. Karena itu, kalau ada kesalahan, mari kita saling memaafkan,” tambahnya.
Momen Saling Memaafkan
Bupati Malra secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat apabila selama kepemimpinannya belum mampu memenuhi semua harapan.
“Saya secara pribadi dan keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak mungkin saya bisa menyenangkan semua orang, karena saya juga terikat aturan dalam menjalankan pemerintahan,” ungkapnya.
Thaher menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya membangun kembali kebersamaan, menghilangkan kesalahpahaman, serta memperkuat persatuan masyarakat.
Silaturahim Membuka Rezeki dan Memanjangkan Umur
Sebelumnya, kegiatan diawali dengan tausiah yang disampaikan Ketua FKUB Maluku Tenggara, Hi. Arifin Difinubun.
Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya silaturahim sebagai ajaran utama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Silaturahim itu mengandung makna tali kasih sayang. Orang yang menjaga silaturahim, insya Allah dipanjangkan umurnya, dilapangkan rezekinya, dan diangkat derajatnya oleh Allah,” jelasnya.
Arifin juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momen halal bihalal sebagai sarana saling memaafkan agar kembali pada fitrah setelah menjalani ibadah Ramadan.
Tantangan Pembangunan Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Thaher turut mengungkapkan kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan signifikan.
Hanubun menyebutkan bahwa anggaran daerah dan dana desa mengalami pemangkasan, sehingga berdampak pada pembangunan di tingkat ohoi.
“APBD kita turun drastis, dana desa juga berkurang hingga lebih dari setengahnya. Jadi kalau ada pembangunan yang belum merata, masyarakat perlu memahami kondisi ini,” jelasnya.
Meski demikian, ia menyampaikan bahwa sejumlah capaian tetap berhasil diraih, seperti peningkatan akses listrik di berbagai wilayah yang kini hampir seluruhnya telah menyala 24 jam.
Pesan Persatuan Lintas Agama
Menutup sambutannya, Bupati kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan lintas agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Silakan beribadah sesuai keyakinan masing-masing, tetapi dalam kehidupan sosial kita harus tetap satu. Kita ini bersaudara,” tegasnya.
Kegiatan halal bihalal tersebut diakhiri dengan doa bersama serta ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, mencerminkan nilai-nilai persatuan masyarakat Kei yang terus dijaga hingga kini.
“Evav”








































Komentar via Facebook