HAMPIR DUA BULAN KRISIS AIR BERSIH, BPBD MIMIKA BUKA LAYANAN AIR GRATIS UNTUK WARGA
TIMIKA, TribunNusantara-web.id 19 September 2026 — Persoalan keterbatasan air bersih masih dirasakan sebagian masyarakat di Kabupaten Mimika. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk terus melakukan pelayanan distribusi air kepada warga yang membutuhkan.
Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahadet, S.Sos., M.Si., mengatakan pelayanan air bersih telah dilakukan sejak 18 Agustus 2026 dan hingga kini terus berjalan untuk membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air.
“Sudah hampir 1 bulan kami melayani kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar Agustina.
Menurutnya, pada tahap awal BPBD mengambil sumber air dari kawasan Mile 400, sebelum memasuki wilayah Kuala Kencana. Namun, pelayanan dari lokasi tersebut harus dihentikan setelah pihak pengelola menyampaikan bahwa debit air di sumber tersebut semakin berkurang.
“Dari sana kami sudah tidak bisa mengambil air lagi karena debit airnya sudah sangat berkurang. Karena itu kami mencari sumber dan pola pelayanan lain agar masyarakat tetap bisa mendapatkan air,” jelasnya.
AIR DIPRIORITASKAN UNTUK KEBUTUHAN DOMESTIK
BPBD Mimika kemudian mengarahkan distribusi air melalui sejumlah pos pelayanan pemadam kebakaran, termasuk di kawasan Pasar Lama dan SP2.
Agustina menegaskan bahwa air yang disalurkan tersebut bukan untuk konsumsi atau diminum. Air diprioritaskan untuk kebutuhan domestik masyarakat, seperti mandi, mencuci pakaian, mencuci piring dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Air ini khusus untuk mandi dan mencuci. Untuk minum dan memasak, masyarakat kami imbau tetap menggunakan air galon atau sumber air yang memang layak untuk konsumsi,” tegasnya.
WARGA CUKUP MELAPOR, PETUGAS AKAN ANTAR
Untuk mempermudah masyarakat, BPBD menerapkan sistem pelayanan berbasis laporan. Warga yang membutuhkan air dapat datang langsung ke pos pelayanan dan menyampaikan alamat serta nomor telepon yang dapat dihubungi.
Petugas kemudian mencatat kebutuhan warga dan melakukan pendistribusian air ke lokasi yang telah dilaporkan.
“Warga cukup datang ke pos, melapor, memberikan alamat rumah dan nomor HP. Petugas akan merespons dan menghubungi warga untuk kemudian mengantarkan air,” kata Agustina.
Pelayanan tersebut berlangsung setiap hari kerja mulai sekitar pukul 08.00 hingga 18.30 WIT. Sementara pada hari Minggu, petugas diberikan waktu untuk beristirahat.
Meskipun kualitas air yang diterima warga masih terdapat sedikit warna kekuningan, pelayanan tersebut tetap disambut positif oleh masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan air.
“Yang penting masyarakat bisa mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kami melihat warga cukup terbantu dan banyak yang menyampaikan terima kasih kepada BPBD,” ungkapnya.
POS PELAYANAN DIBUKA UNTUK MASYARAKAT
BPBD Kabupaten Mimika mengimbau masyarakat yang membutuhkan air untuk kebutuhan mandi, mencuci pakaian, mencuci piring dan kebutuhan domestik lainnya agar segera menghubungi pos pelayanan terdekat.
Layanan dapat diakses melalui:
-Pos Pelayanan Pemadam Kebakaran Pasar Lama
-Pos Pelayanan Pemadam Kebakaran SP2, di sekitar belakang Kantor Dinas Peternakan atau kawasan depan Kantor Dinas Pemerintah Kabupaten Mimika.
BPBD memastikan pelayanan akan terus dilakukan sesuai kemampuan dan ketersediaan sumber air yang ada.
Di tengah keterbatasan sumber air bersih, langkah tersebut menjadi salah satu bentuk respons pemerintah daerah untuk menjaga agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Krisis air bukan hanya persoalan ketersediaan sumber daya, tetapi menyangkut kebutuhan paling mendasar manusia. Karena itu, keberlanjutan pelayanan, kualitas air, serta kepastian akses bagi warga menjadi perhatian penting yang perlu terus dikawal bersama.
Penulis :M.G.FAKAUBUN








































Komentar via Facebook