Hampir Rampung, Revitalisasi SMPN Satap Tanimbar Kei Jadi Ujian Integritas Pengelola Pendidikan
Langgur, TribunNusantara.web.id | Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses, pembangunan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri Satap Tanimbar Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, hampir mencapai garis akhir. Proyek bernilai Rp 2,401 miliar yang bersumber dari APBN 2025 itu kini mencatat progres 99 persen.
Kepala SMPN Satap Tanimbar Kei, Anna Jamlean, mengatakan penyelesaian proyek tinggal menunggu penyempurnaan akhir. Informasi tersebut ia sampaikan melalui pesan WhatsApp, Kamis, 16 Januari 2026.
“Waktu pelaksanaan diberikan selama 150 hari. Memang sempat ada keterlambatan, tetapi kami optimistis pekerjaan ini segera tuntas. Puji Tuhan, hampir semua sudah terjawab,” kata Jamlean.
Jamlean menuturkan, selama proses revitalisasi berlangsung, ia memilih tetap berada di lokasi sekolah. Mobilitas ke kota, menurut dia, hanya dilakukan untuk dua kepentingan krusial: pengadaan material bangunan dan memenuhi panggilan tugas dari Dinas Pendidikan.
“Di luar itu, saya tidak bisa meninggalkan sekolah. Pengawasan harus melekat agar kualitas pekerjaan tetap sesuai dengan rencana,” ujarnya.
Program revitalisasi ini dikerjakan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Pemerintah ohoi, tokoh pemuda, dan tokoh agama dilibatkan dalam proses koordinasi dan pengawasan sosial.
“Pendekatan kolaboratif ini membuat pekerjaan berjalan relatif lancar. Tidak ada gejolak, karena masyarakat merasa ikut memiliki,” kata Jamlean.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Jamlean menilai proyek revitalisasi ini menjadi ujian integritas bagi pengelola satuan pendidikan. Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga amanah anggaran negara dan kepercayaan publik.
“Saya tidak ingin tugas dan tanggung jawab ini tercoreng. Ini menyangkut wibawa pemerintah daerah, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati hingga Plt Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara,” ujarnya.
Revitalisasi SMPN Satap Tanimbar Kei diharapkan memperbaiki kualitas sarana belajar mengajar sekaligus memperkuat layanan pendidikan di wilayah kepulauan. Di daerah yang selama ini bergulat dengan keterbatasan infrastruktur, keberhasilan proyek ini menjadi penanda bahwa pembangunan pendidikan tetap menemukan jalannya—meski perlahan.
(Evav)








































Komentar via Facebook