Hanubun Ingatkan Petugas Sensus,Kejujuran dan Data Valid Menjadi Fondasi Pembangunan.

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 15 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Hanubun Ingatkan Petugas Sensus,Kejujuran dan Data Valid Menjadi Fondasi Pembangunan.

Hanubun Ingatkan Petugas Sensus,Kejujuran dan Data Valid Menjadi Fondasi Pembangunan.

Langgur Tribunnusantara-web.id  – Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengajak seluruh petugas Sensus Ekonomi Tahun 2026 untuk bekerja secara profesional, jujur, dan penuh tanggung jawab demi menghadirkan data yang akurat sebagai landasan pembangunan daerah yang tepat sasaran.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka sekaligus mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (15/6/2026).

Di hadapan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maluku Tenggara beserta 94 petugas sensus yang baru direkrut, Hanubun menekankan bahwa keberhasilan sensus sangat ditentukan oleh integritas para petugas di lapangan.

  "Jangan sampai belum turun ke lapangan, lalu duduk di rumah dan mengarang data. Jangan bikin laporan fiktif. Data yang salah akan mengorbankan masyarakat," tegasnya.»

Menurut Hanubun, data yang valid menjadi kebutuhan penting bagi pemerintah daerah di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan fiskal yang dihadapi saat ini. Karena itu, hasil sensus harus benar-benar mencerminkan kondisi nyata masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa para petugas telah mengucapkan janji yang disaksikan oleh tiga pilar kehidupan masyarakat Kei, yakni Adat, Pemerintah, dan Agama (Aka, Ugni, Engam).

 "Kalau sudah berjanji lalu ingkar, nanti pertanggungjawabannya kepada tiga pilar itu. Kerjalah dengan metodologi yang benar dan penuh tanggung jawab," ujarnya.»

Bupati dua periode tersebut mengungkapkan bahwa selama memimpin Maluku Tenggara, dirinya selalu menaruh perhatian besar terhadap kualitas data statistik yang menjadi dasar perumusan berbagai kebijakan pemerintah.

Karena itu, ia berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 tidak sekadar menjadi dokumen, tetapi menjadi fondasi penting dalam menyusun arah pembangunan ekonomi daerah yang lebih tepat, efektif, dan berkeadilan.

  "Kita tidak boleh lagi membangun berdasarkan perasaan. Kita harus bekerja berdasarkan science, berdasarkan fakta dan data yang benar," katanya.»

Hanubun juga menyoroti sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama, seperti daya beli masyarakat, perluasan lapangan kerja, serta pemerataan pembangunan antara Pulau Kei Kecil dan Pulau Kei Besar.

Menurutnya, data yang dihasilkan melalui sensus akan sangat membantu pemerintah daerah dalam menentukan sektor-sektor prioritas yang perlu dikembangkan, termasuk upaya percepatan pembangunan di Pulau Kei Besar dan revitalisasi Pasar Elat.

  "Kita ingin pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar angka statistik," ungkapnya.»

Pada kesempatan tersebut, Hanubun turut mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar dan terbuka kepada petugas.

Menutup sambutannya, Bupati Maluku Tenggara menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan hasil Sensus Ekonomi 2026 sebagai pijakan dalam mewujudkan kebijakan ekonomi yang lebih responsif, inklusif, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.

 

«"Kalau kita bekerja tanpa ilmu dan hanya tebak-tebak, semuanya akan sia-sia. Karena itu saya sangat membutuhkan hasil sensus ini untuk menentukan arah pembangunan Maluku Tenggara ke depan," pungkasnya.»

 

Editor : Bruce Elang