Hanubun Tegas ke CPNS: Jangan Minta Dihormati, Layani Masyarakat Tanpa Tebang Pilih Kasih

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 04 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Hanubun Tegas ke CPNS: Jangan Minta Dihormati, Layani Masyarakat Tanpa Tebang Pilih Kasih

Hanubun Tegas ke CPNS: Jangan Minta Dihormati, Layani Masyarakat Tanpa Tebang Pilih Kasih

Ambon, Tribunnusantara-web.id – Bupati Maluku Tenggara, Drs. H. I. M. Thaher Hanubun, melontarkan peringatan keras kepada seluruh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) agar tidak menjadikan status sebagai aparatur sipil negara sebagai simbol kekuasaan. Sebaliknya, ASN dituntut menjadi pelayan masyarakat yang bekerja cepat, profesional, berintegritas, dan tanpa membeda-bedakan siapa yang dilayani.

Pesan tegas itu disampaikan saat menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan III Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026 di Ambon, Sabtu (4/7/2026).

  "ASN adalah pelayan masyarakat. Jangan meminta untuk dihormati, tetapi berikan pelayanan terbaik. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, kalau bisa dipercepat mengapa diperlambat," tegas Thaher Hanubun di hadapan ratusan peserta Latsar.

Bupati menekankan, predikat ASN bukanlah hak untuk dilayani, melainkan amanah untuk melayani seluruh masyarakat secara adil, profesional, dan tanpa diskriminasi.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat kini semakin kritis terhadap kualitas pelayanan publik. Sedikit saja terjadi penyimpangan, praktik pilih kasih, atau pelayanan yang berbelit-belit, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah akan menurun.

  "Berikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa tebang pilih. Jangan melihat siapa orangnya, apa latar belakangnya, atau apa kepentingannya. Semua warga negara berhak memperoleh pelayanan yang sama," pesannya.

Menurut Hanubun, keberhasilan seorang ASN tidak diukur dari jabatan atau lamanya masa kerja, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang diberikan.

Ia menjelaskan, selama 74 hari kerja atau setara 647 jam pelajaran, para peserta telah dibekali berbagai materi, mulai dari pembelajaran mandiri, pembelajaran virtual, aktualisasi di tempat kerja hingga pembelajaran klasikal sebagai bekal membangun karakter ASN yang profesional.

Melalui proses tersebut, para CPNS diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam setiap pelaksanaan tugas.

Bupati juga mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menjadi ASN yang baik. Aparatur negara harus memiliki integritas, pengendalian diri, empati, dan hati nurani dalam melayani masyarakat.

  "ASN yang pintar tetapi arogan, sulit menerima kritik, dan tidak memiliki empati akan gagal menjalankan fungsi pelayanan publik. Masyarakat membutuhkan aparatur yang hadir dengan hati, bukan dengan kekuasaan," ujarnya.

Hanubun menegaskan bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, seluruh pelayanan pemerintah berada di bawah pengawasan masyarakat. Melalui media sosial dan berbagai saluran informasi, masyarakat dapat dengan cepat menyampaikan kritik apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Karena itu, ia meminta seluruh CPNS membangun budaya kerja yang mengedepankan kecepatan, transparansi, akuntabilitas, dan kepastian pelayanan.

Selain menjaga profesionalisme, Bupati juga mengingatkan seluruh ASN agar tetap menjaga netralitas serta tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis.

  "Kelulusan Latsar bukan garis akhir, tetapi awal pengabdian sebagai abdi negara. Bekerjalah dengan hati yang tulus, jaga integritas, terus belajar, dan hadirkan solusi bagi masyarakat demi mewujudkan Maluku Tenggara Hebat," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjadi ASN yang profesional, adaptif terhadap perubahan, menjaga kepercayaan masyarakat, serta menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas utama dalam setiap tugas pengabdian.

Editor: Bruce Rahakbauw