Hardiknas 2026: Pendidikan Sebagai Jati Diri Bangsa, Dijalankan Lewat 5 Strategi Utama

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 04 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Hardiknas 2026: Pendidikan Sebagai Jati Diri Bangsa, Dijalankan Lewat 5 Strategi Utama

Ambon,Tribun-nusantara.web.id.  Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei menjadi pengingat akan peran sentral pendidikan dalam membangun peradaban. Di Balai Kota Ambon, Senin (4/5/2026) momen ini dirayakan secara khidmat dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bodewin Wattimena. Pada kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menegaskan bahwa pendidikan sejati adalah proses memanusiakan manusia, bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan.

Menteri menekankan bahwa semangat pendidikan nasional berakar kuat pada filosofi Ki Hajar Dewantara, yang merangkum tujuan belajar dalam tiga pilar utama: Asah (mengasah kecerdasan dan ilmu), Asih (menanamkan kasih sayang dan moral), dan Asuh (membimbing dan mendampingi).

“Pendidikan adalah upaya mengembangkan fitrah manusia. Tujuannya adalah melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, dan berkarakter kuat. Inilah fondasi bagi bangsa yang besar,” ujarnya dalam sambutan.

Selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sistem pendidikan kini diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan tangguh. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah mengusung pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang diterapkan melalui lima strategi andalan:

Pemerintah terus memperbaiki infrastruktur dan menerapkan teknologi digital di sekolah-sekolah. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah selesai dibangun atau direnovasi. Selain itu, lebih dari 288.000 sekolah kini telah menggunakan Papan Interaktif Digital (PID) untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih menarik dan efektif.

Menyadari bahwa guru adalah ujung tombak kemajuan pendidikan, pemerintah memberikan dukungan maksimal. Bagi pendidik yang belum memiliki kualifikasi D-IV atau S1, disediakan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Jika pada 2025 program ini dinikmati oleh 12.500 guru, maka tahun 2026 kuotanya ditingkatkan menjadi 150.000 orang. Berbagai pelatihan juga terus digelar, mulai dari metode pengajaran hingga teknologi terbaru. Tak hanya itu, tunjangan sertifikasi dan insentif bagi guru honorer kini dibayarkan tepat waktu setiap bulan.

Pendidikan tidak cukup hanya berlangsung di dalam kelas. Pemerintah mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan perundungan. Berbagai program penguatan karakter dijalankan, seperti penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, program Makan Bergizi Gratis, kegiatan Pramuka, hingga peluncuran album lagu anak yang sarat pesan toleransi dan persaudaraan.

Kemampuan dasar siswa terus diperkuat melalui program literasi, numerasi, dan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika atau STEM. Adanya Tes Kemampuan Akademik (TKA) berfungsi sebagai alat ukur dan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran. Selain itu, beragam lomba seni dan olahraga digelar agar bakat dan minat setiap anak dapat berkembang secara optimal.

Pendidikan adalah hak setiap warga negara, tanpa terkecuali. Oleh karena itu, pemerintah menyediakan berbagai jalur layanan, seperti sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, dan sekolah terbuka, guna menjangkau mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan ekonomi. Sistem pendidikan inklusi juga terus diperkuat untuk memastikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mendapatkan hak belajar yang sama.

Di akhir sambutannya, Menteri menegaskan bahwa seluruh program ini tidak akan berjalan optimal tanpa tiga unsur utama: Mindset yang maju, mental yang tangguh, dan misi yang lurus. Ia mengajak seluruh komponen bangsa, mulai dari keluarga, sekolah, dunia usaha, hingga pemerintah, untuk bersatu padu.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita bersinergi, wujudkan pendidikan bermutu untuk semua, demi mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.

(H.R)