Hardiknas Jadi Alarm Keras, Benny K. Harman: Pendidikan Kita Gagal Melahirkan Integritas
Hardiknas Jadi Alarm Keras, Benny K. Harman: Pendidikan Kita Gagal Melahirkan Integritas
Jakarta, Tribunnusantara-web.id Momentum Hari Pendidikan Nasional tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan.
Ketikan dan masukan ini berasal dari salah satu politisi NTT sekaligus Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat, Benny K. Harman, justru melihat hari ini sebagai alarm keras atas kegagalan sistem pendidikan nasional dalam membentuk karakter generasi bangsa.02/05/2026.
“Setiap tahun kita bicara pendidikan, tapi praktik di lapangan tidak berubah. Kita sibuk mencetak lulusan, tapi lalai membentuk manusia berintegritas,” tegasnya.
Benny menilai, orientasi pendidikan yang terlalu menekankan nilai akademik dan ijazah telah melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi rapuh secara moral. Ia mengingatkan bahwa kondisi ini berkontribusi pada berbagai persoalan bangsa, termasuk maraknya praktik korupsi dan lemahnya penegakan hukum.
Mengutip pemikiran Mohammad Hatta tentang pentingnya character building, Benny menegaskan bahwa bangsa ini sebenarnya tidak kekurangan konsep, melainkan kekurangan keberanian untuk menjalankannya secara konsisten.
“Kita tahu apa yang benar, tapi tidak selalu melakukan yang benar. Di sinilah letak krisisnya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kurangnya keteladanan di ruang publik sebagai hambatan serius dalam pendidikan karakter. Menurutnya, sulit mengajarkan kejujuran di ruang kelas jika realitas sosial justru mempertontonkan hal sebaliknya.
“Anak-anak tidak hanya belajar dari buku, mereka belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari,” katanya.
Lebih jauh, Benny mendorong pemerintah untuk berhenti menjadikan pendidikan karakter sebagai jargon normatif. Ia menuntut langkah konkret, mulai dari reformasi kurikulum hingga penguatan peran guru dan keluarga.
“Kalau kita terus membiarkan ini, maka kita sedang menyiapkan masa depan yang rapuh. Bangsa ini bisa kehilangan arah karena kehilangan karakter,” ujarnya.
Ia menegaskan, cita-cita Indonesia untuk berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian secara budaya hanya bisa dicapai jika pendidikan kembali pada esensinya: membentuk manusia seutuhnya.
“Hardiknas harus menjadi titik balik, bukan sekadar seremoni. Kalau tidak, kita hanya mengulang kegagalan yang sama setiap tahun,” tutup Benny.
"Elang"








































Komentar via Facebook