Hargai Bulan Desember, Adalah Bulan Damai dan Bulan Penuh Rasa Hargai Umat Kristiani
PANIAI,Tribun-nusantara.web.id. Jelang perayaan natal pada desember yang adalah bulan damai dan kasih, sayang masyarakat gotong royong kebiasaan umat kristen jadi stop hentikan pendropan militer Non organik dalam suasana natal, bertempat di Kopaiyeida Distrik Topiyai, Desa Momageida Kabupaten Paniai, Distrik Ekadide, 21 Desember 2025.
Pemuda distrik Topiyai Ekadide Yomfet Degei, mencermati kondisi di hari natal 2025, penuh dengan kondisi yang sangat mengagetkan pendoropin militer yang berlebihan di dusun dan kampung halaman dan bisa mengganggu suasana hari natal, membuat masyarakat merasa tidak nyaman"jelas Yomfet".
Lanjut Degei, Pemerintah dan aparat keamanan harus mempertimbangkan untuk mengurangi atau menghentikan patroli militer yang berlebihan di Paniai dan beberapa distrik ambil posisi tanpa seijin siapapun ditempatnya.
Terutama di daerah-daerah yang rawan konflik, selama bulan natal ini menjadi sorotan utama kepada rakyat dan pemerintah ambil langkah positif. Untuk menciptakan suasana damai natal dengan kondisi yang aman dan terkendali masyarakat memunaikan ibadah natal dengan tenang damai,"tandas Degei"
Selain itu pemerintah juga harus memastikan bahwa keamanan masyarakat terjaga dan tidak ada kekerasan atau penembakan yang tidak perlu sesuai di luar aturan UUD 1945 kemudian yang Masyarakat Papua berhak untuk merayakan Natal 2025, dengan penuh sukacita dan damai.
Pemuda asal ekadide Yomfet Degei, Alias Kopaiye Wiyai, Menyoroti penyataan dengan tegas menyatakan, jelan bulan natal ini, orang papua beragama kristen, daerah pengunungan rayakan natal di hutan belantara dan di dusun daerah-daerah terisolir.
Sikap dinayatakan oleh pemuda pengiat kemanusian di suasana natal dengan keadaan yang aman dan damai, kekuatan militer untuk menakutkan umat kristen, maka umat kristen di papua masih rayakan dihutan papua.
Kesimpulan tanpa pertolongan oleh pihak manapun karena takut militer indonesia
Jadi bulan desember itu? harus hargai bulan apa yang di lakukan bagi orang kristiani di seluruh tanah papua? dan segera tarik militer non organik dari Papua,"tutup".
(Jeri P. Degei)








































Komentar via Facebook