HARI LAHIR PANCASILA 2026: BUPATI MBD TEGASKAN PANCASILA SEBAGAI PENUNTUN BANGSA HADAPI TANTANGAN GLOBAL

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 01 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

HARI LAHIR PANCASILA 2026: BUPATI MBD TEGASKAN PANCASILA SEBAGAI PENUNTUN BANGSA HADAPI TANTANGAN GLOBAL

TIAKUR - MALUKU BARAT DAYA  - Tribun Nusantara – Web - id - / Semangat kebangsaan dan persatuan mewarnai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) di Lapangan Upacara Kantor Bupati MBD, Senin (1/6/2026).

Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach, selaku Inspektur Upacara.

Pada kesempatan itu, Bupati Noach membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah dinamika dunia yang terus berkembang.

“Pada hari yang bersejarah ini, kita kembali mengenang lahirnya dasar negara yang telah mempersatukan bangsa Indonesia. Pancasila bukan hanya warisan para pendiri bangsa, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang terus relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman,” ujar Bupati Noach saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi kekuatan pemersatu bangsa yang mampu menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Di tengah arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, hingga dinamika geopolitik internasional yang semakin kompleks, Pancasila dinilai tetap menjadi jangkar moral sekaligus kompas bangsa dalam menentukan arah pembangunan nasional.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang menuntun bangsa Indonesia melewati berbagai tantangan sejarah. Dengan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial, Indonesia mampu berdiri tegak sebagai bangsa yang kuat dan bermartabat,” demikian kutipan pidato Kepala BPIP.

Lebih lanjut, tema Hari Lahir Pancasila tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya menjadi fondasi bagi persatuan bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam membangun perdamaian dunia.

Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas dan aktif, Indonesia terus mengambil peran dalam berbagai upaya diplomasi perdamaian, penyelesaian konflik, serta misi kemanusiaan di tingkat internasional. Komitmen tersebut merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global.

Pada kesempatan yang sama, generasi muda juga diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hafalan atau simbol kenegaraan semata.

Menurut Kepala BPIP, kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan ekonomi harus tetap berpijak pada nilai-nilai moral Pancasila agar mampu melahirkan peradaban yang berkeadilan, berkepribadian, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Selain itu, seluruh penyelenggara pemerintahan diingatkan agar setiap kebijakan yang dihasilkan senantiasa berpihak pada kepentingan rakyat, menjunjung tinggi keadilan sosial, serta memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan.

Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta para pelajar.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Maluku Barat Daya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meneguhkan semangat gotong royong, serta menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi dalam membangun daerah, bangsa, dan dunia yang damai.

Twitter  Karel Moa