Heboh di Tanimbar, Pendeta Pukul Pendeta
Saumlaki.Tribunnusantara.web.id - Sabtu yang tenang kantor Polsek Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar di sibukan dengan peristiwa pendeta pukul pendeta, Sabtu/10/1/2026
Menurut Damiana Sanamase, Salah satu istri wakil gembala Gereja Pentahkosta Serikat di Indonesia (GPSDI Solagrasia) Saumlaki menyesalkan perbuatan salah satu oknum pendeta GPSDI bukit Sion Saumlaki berinisial RB yang secara membabi buta melakukan tindakan kekerasan terhadap suaminya yang merupakan salah satu wakil gembala di gereja GPSDI Solagrasia Saumlaki pada 10/1/2026 di rumah kediamannya di depan komplek tugu ayam Saumlaki hingga berlanjut ke kantor Polsek Tanimbar Selatan,
" Saya kecew dengan perbuatan yang dilakukan oleh gembala RB yang datang datang tanpa berkata kata langsung pukul saya punya suami di dalam rumah kami "
Lanjut Sanamase, bukan saja gembala RB yang bertindak tetapi sebelumnya anaknya telah melakukan tindakan kekerasan terhadap suaminya yang berstatus sebagai wakil gembala itu, pasalnya, RB yang telah bertindak kekerasan pada siang tadi dan di laporkan ke polsek hingga dilakukan mediasi oleh pihak kepolisian di polsek Tansel tiba-tiba datanglah sang anak gembala RB dan kemudian bertindak kepada suaminya itu sehingga menurut Sanamase perbuatan itu telah terjadi sebanyak tiga kali, bebernya.
" Gembala tadi pukul di rumah lalu katong lapor di Polse lalu sementara ada di polsek gembala punya anak perempuan nama Ela datang lalu pukul paitua ini jadi mereka sudah pukul bapa wakil gembala ini tiga, pertama sekali itu gembala punya anak laki-laki, kedua gembala pukul siang tadi lai sampe di polsek dia punya anak perempuan pukul lagi "
Sebagai seorang istri memang mengakui bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan di polsek Tansel namun dirinya menilai bahwa perbuatan gembala berinisial RB itu bukan perbuatan seorang gembala (hamba Tuhan) karena jika seorang gembala seharusnya banyak memaafkan dan menebarkan kasih terhadap sesama bukan berlagak preman,ujarnya
" Memang persoalan tadi sudah diselesaikan di Polsek dan mereka masing-masing sudah buat pernyataan tetapi sebagai istri saya menilai perbuatan gembala RB ini bukan seorang hamba Tuhan tetapi seolah-olah seorang preman "
Meski permasalahan tersebut telah selesai di kantor polsek Tansel dirinya berharap agar pihak gereja GPSDI wilayah Maluku bahkan Sinode agar dapat mengevaluasi kembali gembala RB atas perbuatannya itu.
" Masalah sudah selesai di polsek tapi saya berharap supaya pihak gereja GPSDI wilayah Maluku dan Sinode supaya evaluasi bapa Gembala RB punya perbuatan itu"
Sementara itu Anes salah satu anggota jemaat gereja GPSDI Saumlaki mengecam keras perbuatan oknum gembala berinisial RB karena perbuatan yang dilakukan RB bukan seorang gembala tetapi preman yang bertindak arogan sehingga pihaknya berharap agar pihak gereja GPSDI bukit Sion wilayah Maluku dan Sinode agar dapat melihat permasalahan ini dengan serius sehingga perbuatan ini tidak terulang di waktu waktu yang akan datang, ujar Anes
" Beta kecewa dan marah sekali sebagai anggota gereja GPSDI Solagrasia beta menilai bahwa RB ini bukan gembala tapi preman jadi beta berharap supaya pihak gereja GPSDI Bukit Sion wilayah Maluku dan juga kepada Sinode supaya evaluasi gembala RB ini supaya kedepan dia seng melakukan hal-hal seperti begini lagi "
(JCS)








































Komentar via Facebook