HEBOH! “SURAT SAKTI” BUPATI TANIMBAR BONGKAR DUGAAN KONFLIK KEPENTINGAN: PROYEK RAKSASA MASELA, MENGAPA HANYA SATU NAMA?

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 22 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

HEBOH! “SURAT SAKTI” BUPATI TANIMBAR BONGKAR DUGAAN KONFLIK KEPENTINGAN: PROYEK RAKSASA MASELA, MENGAPA HANYA SATU NAMA?

HEBOH! “SURAT SAKTI” BUPATI TANIMBAR BONGKAR DUGAAN KONFLIK KEPENTINGAN: PROYEK RAKSASA MASELA, MENGAPA HANYA SATU NAMA?

Kab Kepulauan Tanimbar Tribunnusantara-web.id  – Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela yang seharusnya menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat Tanimbar kini diterpa gelombang kontroversi. Sebuah surat resmi Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerisa, kepada pihak INPEX Masela Ltd menjadi sorotan publik karena diduga mengarahkan perhatian kepada satu perusahaan yang memiliki hubungan keluarga dengan kepala daerah.

Di balik narasi pemberdayaan pengusaha lokal, muncul satu pertanyaan besar yang mengguncang ruang publik: mengapa dari sekian banyak pelaku usaha di Tanimbar, hanya satu perusahaan yang masuk dalam rekomendasi resmi pemerintah daerah?

Perusahaan tersebut adalah PT Lintas Yamdena, yang dipimpin oleh Agustinus Thiodorus, sosok yang disebut sebagai paman kandung Bupati Ricky Jauwerisa. Fakta inilah yang memunculkan dugaan konflik kepentingan dan membuka perdebatan tentang batas antara keberpihakan kepada pengusaha lokal dan potensi penggunaan pengaruh jabatan untuk kepentingan keluarga.22/06/2026

Surat Negara Jangan Menjadi “Tiket Emas” Keluarga

Kritik tajam datang dari berbagai kalangan yang menilai bahwa proyek sebesar Blok Masela seharusnya membuka ruang persaingan yang sehat dan transparan bagi seluruh pengusaha lokal.

“Pertanyaan publik sederhana: apakah hanya ada satu perusahaan yang mampu bekerja di Tanimbar? Jika tidak, mengapa kesempatan itu tidak dibuka secara adil kepada semua pelaku usaha?” demikian suara kritis yang berkembang di tengah masyarakat.

Pengamat tata kelola pemerintahan Maluku, Edy Resunun, S.Sos., M.P.P, menegaskan bahwa apabila benar terdapat rekomendasi tunggal kepada perusahaan milik kerabat kepala daerah, maka hal tersebut dapat menjadi persoalan serius dari sisi etika pemerintahan, transparansi, dan persaingan usaha yang sehat.

Ancaman Oligarki Lokal di Proyek Triliunan

Blok Masela bukan proyek biasa. Nilai investasi yang sangat besar membuat setiap keputusan yang berkaitan dengan akses ekonomi harus diawasi secara ketat agar manfaatnya tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

Kekhawatiran publik muncul karena apabila sejak tahap awal akses proyek sudah didominasi oleh pihak yang memiliki kedekatan dengan penguasa, maka cita-cita pemerataan ekonomi berisiko terciderai.

KPK, KPPU, dan Ombudsman Didesak Mengawasi

Sejumlah pihak meminta lembaga pengawas seperti KPK, KPPU, Ombudsman RI, dan aparat penegak hukum untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan persaingan usaha yang adil.

Hingga berita ini ditulis, Bupati Ricky Jauwerisa belum memberikan klarifikasi resmi mengenai alasan pemilihan PT Lintas Yamdena sebagai satu-satunya perusahaan yang direkomendasikan dalam surat kepada INPEX Masela Ltd.

Publik kini menanti jawaban yang jelas. Jika proyek negara bernilai besar mulai dipersepsikan sebagai ruang istimewa bagi keluarga penguasa, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nilai proyek, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan.

Penulis: Moce

Editor: Bruce Elang