HPN 2026, PWI Soroti Peran Strategis Wartawati di Dunia Jurnalistik

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 07 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

HPN 2026, PWI Soroti Peran Strategis Wartawati di Dunia Jurnalistik

Serang, TribunNusantara.web.id | Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menilai wartawati memiliki keunggulan tersendiri dalam menjalankan profesi jurnalistik. Salah satunya, kemampuan membangun pendekatan interpersonal yang membuat mereka lebih luwes menembus narasumber.

Pernyataan itu disampaikan Munir—yang akrab disapa Cak Munir—saat menghadiri Silaturahmi Wartawati Se-Indonesia dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Pendopo Kantor Gubernur Banten, Kota Serang, Sabtu, 7 Februari 2026.

“Wartawati sering kali lebih luwes dalam menembus narasumber. Ini pengamatan umum di dunia jurnalistik, terutama karena kekuatan pendekatan interpersonal yang dimiliki jurnalis perempuan,” kata Munir.

Kegiatan yang diinisiasi Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan PWI Pusat itu diikuti ratusan wartawati dari berbagai daerah. Acara dibuka Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, dan menghadirkan CEO Kompas TV, Rosiana Silalahi, sebagai pembicara utama.

Dalam sesi dialog, Rosiana berbagi pengalaman selama meniti karier sebagai jurnalis televisi hingga menduduki posisi pimpinan media. Ia menekankan bahwa profesi wartawan, khususnya di televisi, tidak hanya soal sorotan kamera, tetapi juga tanggung jawab besar di balik layar.

“Tantangan itu pasti ada. Di balik kesan sukses dan terlihat keren, ada tanggung jawab besar. Jalani profesi ini sepenuh hati dan berikan kontribusi lebih dari sekadar apa yang ditugaskan,” ujarnya.

Rosiana juga menyoroti maraknya praktik penyalinan produk jurnalistik tanpa izin, terutama oleh media daerah. Ia mengungkapkan, ribuan konten jurnalistik Kompas TV kerap diambil dan ditayangkan ulang tanpa tanggung jawab, bahkan dengan konteks yang berbeda.

Menurut dia, media daerah seharusnya mengembangkan kekuatan lokal dengan memproduksi karya jurnalistik orisinal. “Media daerah harus berani tampil berbeda dan menggali potensi lokal. Produk jurnalistik yang unik dan berkualitas akan lebih mudah bersaing,” kata Rosiana.

Silaturahmi tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus penguatan peran wartawati dalam dunia jurnalistik nasional. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HPN 2026 yang berlangsung pada 6–9 Februari, dengan dukungan sejumlah perusahaan dan lembaga nasional.
(Rls)