HUT ke-28 GPM Anugerah, Thaher Hanubun Tekankan Peran Gereja Bangun Generasi Berkarakter dan Masyarakat Harmonis

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 24 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

HUT ke-28 GPM Anugerah, Thaher Hanubun Tekankan Peran Gereja Bangun Generasi Berkarakter dan Masyarakat Harmonis

HUT ke-28 GPM Anugerah, Thaher Hanubun Tekankan Peran Gereja Bangun Generasi Berkarakter dan Masyarakat Harmonis

LANGGUR Tribunnusantara-web.id — Perayaan HUT ke-28 Jemaat GPM Anugerah menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran gereja dalam membangun kehidupan umat yang berakar pada iman, memiliki karakter kuat, serta mampu menjaga ketahanan keluarga dan harmoni sosial.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun melalui sambutan yang dibacakan oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam dalam Resepsi Syukur HUT ke-28 Jemaat GPM Anugerah Tahun 2026 di Langgur, Minggu (23/8/2026).

Bupati Thaher dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada Majelis Jemaat, para pelayan serta seluruh warga Jemaat GPM Anugerah yang selama 28 tahun telah menjadi bagian dari perjalanan pelayanan gereja dan kehidupan sosial masyarakat di Maluku Tenggara.

Menurutnya, usia 28 tahun merupakan perjalanan yang patut disyukuri sekaligus menjadi kesempatan bagi jemaat untuk melakukan refleksi terhadap pelayanan yang telah dijalankan serta melihat tanggung jawab yang semakin besar di tengah perubahan zaman.

Mengusung tema “Berakar Dalam Iman, Bertumbuh Dalam Kasih Karunia”, Bupati Thaher menilai gereja memiliki peran penting untuk memastikan pertumbuhan iman tidak hanya terlihat dalam kehidupan peribadatan, tetapi juga tercermin dalam perilaku, kepedulian dan kontribusi umat di tengah masyarakat.

Gereja Punya Peran Besar Membentuk Karakter Generasi

Bupati Thaher menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas manusia menjadi salah satu fondasi utama dalam menentukan masa depan daerah.

Karena itu, gereja dinilai memiliki ruang strategis dalam membentuk karakter masyarakat, terutama melalui pembinaan terhadap anak-anak, remaja dan pemuda.

Generasi muda, kata Thaher, saat ini berhadapan dengan tantangan yang semakin kompleks. Penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perjudian, kekerasan, pergaulan yang tidak sehat hingga pengaruh negatif media digital membutuhkan perhatian bersama dari keluarga, gereja, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, gereja diharapkan tidak hanya memberikan pembinaan secara spiritual, tetapi juga menghadirkan pendampingan yang mampu membantu generasi muda membangun kepribadian, tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Pertumbuhan iman harus melahirkan kehidupan yang memberi dampak bagi sesama,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan Bupati.

Keluarga Menjadi Fondasi Kehidupan Sosial

Selain pembentukan karakter, Bupati Thaher memberikan perhatian pada penguatan keluarga.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama tempat seorang anak memperoleh pendidikan, nilai moral dan keteladanan. Karena itu, ketahanan keluarga harus menjadi perhatian bersama.

Pelayanan gereja di bidang keluarga dinilai dapat berjalan seiring dengan berbagai program pembangunan pemerintah, termasuk peningkatan kualitas pendidikan, pencegahan stunting, penguatan ekonomi rumah tangga serta pembentukan lingkungan keluarga yang sehat dan harmonis.

Gereja juga diharapkan terus hadir bagi warga yang membutuhkan perhatian, termasuk keluarga kurang mampu, lanjut usia, penyandang disabilitas serta kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.

Jangan Biarkan Arus Informasi Memecah Persaudaraan

Dalam sambutannya, Bupati Thaher juga menyinggung tantangan kehidupan masyarakat di tengah perkembangan teknologi informasi.

Jemaat GPM Anugerah yang berada di kawasan Ohoijang-Langgur dinilai memiliki posisi strategis karena berada di tengah aktivitas pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, kesehatan dan transportasi.

Kondisi tersebut membuka banyak peluang bagi masyarakat, tetapi pada saat yang sama membawa tantangan baru berupa perubahan gaya hidup, tekanan ekonomi, persaingan serta derasnya informasi melalui media sosial.

Bupati mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Berita bohong, ujaran yang memecah belah, hasutan dan provokasi, menurutnya, dapat menjadi ancaman terhadap kehidupan sosial apabila tidak disikapi secara bijaksana.

Dalam situasi seperti itu, gereja diharapkan mengambil peran sebagai penjaga kesejukan dan perekat persaudaraan, dengan terus menyuarakan nilai kasih, perdamaian, persatuan dan kebersamaan.

Gereja dan Pemerintah Perlu Terus Bersinergi

Lebih jauh, Bupati Thaher menegaskan bahwa pemerintah dan gereja memiliki ruang pengabdian yang berbeda, tetapi dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan masyarakat.

Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan publik, sementara gereja memiliki kekuatan dalam pembinaan iman, moral dan kehidupan sosial umat.

Kolaborasi kedua pihak dinilai penting agar pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, tetapi juga melahirkan masyarakat yang memiliki integritas, kepedulian dan rasa tanggung jawab bersama.

Karena itu, Jemaat GPM Anugerah diharapkan terus mengambil bagian dalam menjaga keamanan, ketenteraman dan persaudaraan di Kabupaten Maluku Tenggara.

Tiga Pesan untuk Jemaat GPM Anugerah

Di penghujung sambutannya, Bupati Thaher menitipkan tiga pesan kepada seluruh warga Jemaat GPM Anugerah.

Pertama, tetap berakar kuat dalam iman, sehingga mampu menghadapi perubahan dan berbagai tantangan kehidupan tanpa kehilangan nilai-nilai dasar kekristenan.

Kedua, terus bertumbuh dan menghasilkan buah pelayanan, bukan hanya untuk kepentingan internal jemaat, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Ketiga, membangun kemandirian, baik dalam kehidupan rohani, sosial maupun ekonomi, sehingga jemaat dapat menjadi kekuatan positif bagi pembangunan daerah.

Bupati Thaher menyampaikan selamat atas HUT ke-28 Jemaat GPM Anugerah dan berharap momentum tersebut semakin memperkuat semangat pelayanan seluruh warga jemaat.

Ia juga berharap perjalanan pelayanan Jemaat GPM Anugerah ke depan tidak hanya semakin dewasa dalam iman, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan demikian, perayaan HUT ke-28 tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi titik tolak untuk memperkuat iman, karakter, keluarga dan persaudaraan sebagai fondasi kehidupan masyarakat Maluku Tenggara yang aman, damai dan harmonis.

Editor: Bruce Elang