HUT ke-74 Malra Jangan Cuma Panggung Joget dan Seremoni, Pemda Kini Dipaksa Cari Atlet karena Prestasi Daerah Mulai Redup

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 08 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

HUT ke-74 Malra Jangan Cuma Panggung Joget dan Seremoni, Pemda Kini Dipaksa Cari Atlet karena Prestasi Daerah Mulai Redup

HUT ke-74 Malra Jangan Cuma Panggung Joget dan Seremoni, Pemda Kini Dipaksa Cari Atlet karena Prestasi Daerah Mulai Redup

Langgur, Tribunnusantara-web.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara tampaknya mulai sadar bahwa perayaan ulang tahun daerah tak bisa terus dihabiskan untuk seremoni, spanduk, dan panggung hiburan semata. Momentum HUT ke-74 Malra tahun 2026 kini diarahkan menjadi ajang “perburuan” atlet demi menyelamatkan wajah olahraga daerah yang mulai kehilangan gaung di tingkat provinsi.08/05/2026

Lewat rangkaian lomba dan seleksi olahraga antar kecamatan, Pemda Malra mencoba memoles kembali potensi generasi muda untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Maluku 2027.

Bupati Muhamad Thaher Hanubun bahkan secara terbuka mengakui bahwa HUT daerah harus menjadi momentum membangun kekuatan masyarakat sekaligus melahirkan atlet berprestasi, bukan sekadar pesta tahunan yang habis setelah panggung dibongkar.

“Momen HUT ini bukan hanya seremoni. Kita ingin mencari atlet-atlet muda yang nantinya bisa mengharumkan nama Maluku Tenggara,” ujar Bupati dalam pengumuman resmi, Kamis (7/5/2026).

Pernyataan itu seolah menjadi sinyal bahwa pembinaan olahraga di Malra selama ini belum berjalan maksimal. Sebab tanpa event semacam ini, banyak bakat muda di kecamatan-kecamatan nyaris tenggelam tanpa perhatian.

Panitia pun menyiapkan berbagai cabang lomba mulai dari bola voli putra-putri antar kecamatan, tinju amatir, lari, hingga jalan santai. Bahkan lomba goyang kreasi dengan lagu “Goyang MTH” dan “Goyang Meti Kei” ikut dimasukkan dalam rangkaian hiburan rakyat.

Namun publik berharap perayaan HUT jangan berhenti pada euforia panggung dan keramaian sesaat. Sebab yang dibutuhkan masyarakat adalah pembinaan berkelanjutan, fasilitas olahraga yang layak, dan perhatian nyata terhadap atlet daerah yang selama ini sering muncul hanya saat menjelang kompetisi.

Koordinator kegiatan, Luther Chaky Rahajaan, mengatakan seluruh kegiatan akan berlangsung sepanjang tahun 2026 di berbagai titik wilayah Malra.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi menjadi bagian dari pemetaan potensi atlet daerah.

“Ini momentum mencari dan membina potensi atletik yang dimiliki Maluku Tenggara,” katanya.

Meski demikian, masyarakat menilai tantangan terbesar bukan sekadar menemukan atlet berbakat, tetapi memastikan mereka tidak kembali dilupakan setelah perayaan usai.

Sebab selama ini, banyak atlet daerah muncul penuh semangat di arena lomba, tetapi redup karena minim dukungan, fasilitas, dan perhatian serius dari pemerintah.

Kini publik menunggu, apakah HUT ke-74 Malra benar-benar menjadi titik kebangkitan olahraga daerah, atau hanya kembali menjadi pesta tahunan yang ramai di awal lalu sunyi setelah lampu panggung dipadamkan.

(*****)