IKAPPMME Nabire Gelar Penerimaan Anggota, Senior-Pembina Wariskan Semangat Perjuangan
Nabire, TribunNusantara.web.id | Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i Masyarakat Ekadide (IKAPPMME) Se-Kota Studi Nabire kembali menggelar penerimaan anggota baru dan lama, Sabtu (13/9/2025).
Acara yang dipusatkan di Pantai Naikere, Nabire, Papua Tengah ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan lintas generasi di tubuh organisasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Yoel Degei, mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Woter Pos Kampus II Nabire.
Dengan motto “Berpikir Lalu Bertindak”, panitia mengusung tema “Berperan dalam dinamika organisasi, pasti ada harapan” dan subtema “Siaplah berbicara”, dengan penguatan firman dari Kitab Pengkhotbah 3:7.
Pembina IKAPPMME Se-Papua, Deky Pigome, ST, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengalaman sebagai bekal bagi generasi penerus.
“Pengalaman kami di organisasi ini semoga bisa menjadi inspirasi. Kami, para pembina, akan terus peduli pada perkembangan dan kemajuan IKAPPMME,” ujar Pigome.
Nada serupa datang dari Yuu Pigome, ST, yang menegaskan komitmennya mendampingi para junior.
“Saya senang bisa berbagi pengalaman. Mentoring dan kepedulian adalah bentuk tanggung jawab kami terhadap masa depan organisasi,” katanya.
Sementara itu, Nopias Degei, B.S.KM, mantan pengurus IKAPPMME Se-Kota Studi Jayapura, mengungkapkan rasa bangganya atas jejak yang pernah ditorehkan.
“Pengalaman memimpin selama satu periode sungguh berharga. Itu menjadi kenangan tak terlupakan sekaligus kontribusi nyata bagi ikatan,” tutur Nopias.
Tak ketinggalan, senior IKAPPMME Se-Papua, Jeri Degei, menekankan arti penting kolaborasi lintas generasi.
“Senioritas bukan soal kehormatan, tapi tanggung jawab. Kami ingin mewariskan nilai-nilai baik dan semangat perjuangan ini kepada generasi berikutnya,” katanya menutup rangkaian sesi refleksi.
Acara penerimaan anggota IKAPPMME Nabire tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang interaksi antargenerasi.
Dari pembina, senior, hingga pengurus lama dan baru, semua bersuara lantang menjaga warisan nilai kebersamaan: berpikir, bertindak, dan berharap bersama demi masa depan.








































Komentar via Facebook