Imigrasi Tual Dorong Akses Data, Isu Keamanan dan Pengawasan Jadi Sorotan
Imigrasi Tual Dorong Akses Data, Isu Keamanan dan Pengawasan Jadi Sorotan
Langgur, Tribunnusantara-web.id Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual menggelar sosialisasi layanan data keimigrasian di Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (16/4/2026), di Hotel Grand Vilia.
Kegiatan ini menegaskan dorongan pemerintah memperluas pemanfaatan data lintas instansi, namun sekaligus membuka pertanyaan soal kesiapan pengawasan dan perlindungan data.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Imigrasi Tual, Abdul Hasyim, menyebut data keimigrasian kini menjadi instrumen strategis, bukan sekadar arsip administratif. Data tersebut, menurutnya, digunakan dalam pengambilan kebijakan, penegakan hukum, hingga menjaga keamanan negara.
“Seiring meningkatnya kebutuhan data, layanan ini menjadi krusial bagi pemerintahan,” ujarnya.
Namun, di balik dorongan digitalisasi yang digaungkan Direktorat Jenderal Imigrasi, isu krusial muncul: sejauh mana kesiapan daerah dalam mengelola data sensitif tersebut? Data keimigrasian mencakup informasi pribadi warga negara dan orang asing, yang jika tidak dikelola dengan ketat berpotensi disalahgunakan.
Hasyim mengakui sensitivitas itu dan menekankan pengelolaan harus merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian serta Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Namun, ia tidak merinci mekanisme pengawasan maupun mitigasi kebocoran data di tingkat daerah.
Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga pengelola bandara. Formatnya masih bersifat sosialisasi umum—pemaparan materi dan diskusi—yang menunjukkan bahwa integrasi layanan data keimigrasian masih berada pada tahap awal implementasi.
Dorongan menuju sistem digital yang “cepat dan terintegrasi” menjadi agenda utama.
Namun tanpa transparansi prosedur akses, audit penggunaan data, serta kejelasan tanggung jawab antarinstansi, perluasan akses data justru berisiko membuka celah baru.
Di tengah meningkatnya ketergantungan pada sistem digital, tantangan sesungguhnya bukan hanya pada ketersediaan data, tetapi pada bagaimana data tersebut dijaga, diawasi, dan dipertanggungjawabkan.
“Elang”








































Komentar via Facebook