JACKSON BEANAL DUKUNG POLRES MIMIKA UNGKAP KASUS PEMBUNUHAN: USULKAN TIM KERJA LINTAS SUKU UNTUK CEGAH KONFLIK
Tribun-nusantara.web.id.
Kepala Suku Amungme Serukan Kolaborasi Pemerintah, Aparat, Tokoh Adat dan Seluruh Elemen Masyarakat Demi Mimika yang Aman dan Damai
MIMIKA, PAPUA TENGAH — Kepala Suku Amungme, Jackson Beanal, menyatakan dukungan penuh kepada Polres Mimika dalam mengungkap secara profesional dan transparan sejumlah kasus pembunuhan serta tindak kriminal yang terjadi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Menurut Jackson, setiap kasus pembunuhan harus mendapat perhatian serius dan diusut hingga tuntas. Penegakan hukum yang profesional, objektif, dan tidak pandang bulu dinilai menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga rasa aman, kepercayaan masyarakat, serta stabilitas sosial di Mimika.
“Setiap kasus pembunuhan harus diungkap secara terang. Hukum harus berjalan dan keadilan harus ditegakkan. Kami mendukung Polres Mimika untuk bekerja secara profesional dalam mengungkap berbagai kasus yang terjadi,” tegas Jackson Beanal.
Jackson menilai aparat kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan dan kriminalitas. Dukungan masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh kelompok etnis yang hidup di Mimika sangat diperlukan.
USUL TIM KERJA PERWAKILAN SUKU
Sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan mencegah konflik sejak dini, Jackson Beanal mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika untuk membentuk Tim Kerja Perwakilan Suku-Suku di Mimika.
Tim tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat adat, sekaligus membantu mengidentifikasi berbagai persoalan sosial yang berpotensi berkembang menjadi konflik.
Menurut Jackson, Mimika merupakan daerah dengan keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang masyarakat. Karena itu, diperlukan ruang komunikasi yang kuat agar setiap persoalan dapat dipahami sejak awal dan tidak berkembang menjadi ketegangan sosial.
“Pemerintah Kabupaten Mimika perlu membentuk tim kerja yang beranggotakan perwakilan dari suku-suku yang ada di Mimika. Tim ini bukan untuk mengambil alih tugas pemerintah maupun aparat penegak hukum, tetapi menjadi mitra untuk membantu pemerintah memahami persoalan dan mencari solusi bersama,” ujarnya.
HUKUM DAN PENDEKATAN ADAT HARUS BERJALAN BERIRINGAN
Jackson menegaskan bahwa setiap persoalan di tengah masyarakat memiliki latar belakang yang berbeda. Oleh karena itu, penyelesaian masalah tidak hanya membutuhkan pendekatan hukum, tetapi juga dialog, komunikasi, serta pendekatan sosial dan budaya.
Ia menilai kearifan lokal dan peran tokoh adat dapat menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi serta mencegah konflik sebelum persoalan berkembang lebih besar.
Namun demikian, Jackson menegaskan bahwa keberadaan pendekatan adat tidak dimaksudkan untuk menghambat proses hukum.
Untuk kasus-kasus pidana, khususnya tindak pembunuhan, proses hukum tetap harus berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pendekatan sosial dan adat dapat membantu membangun perdamaian serta komunikasi, tetapi untuk persoalan pidana, hukum tetap harus berjalan,” katanya.
JANGAN MENUNGGU KONFLIK MENJADI BESAR
Jackson Beanal mengingatkan pentingnya langkah pencegahan sejak dini dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di Kabupaten Mimika.
Menurutnya, pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat harus membangun komunikasi secara berkelanjutan dan tidak hanya bertemu ketika konflik sudah terjadi.
“Kami ingin Mimika menjadi daerah yang aman dan damai. Pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat harus duduk bersama. Jangan menunggu persoalan menjadi besar baru kita mencari solusi,” tegasnya.
Ia menambahkan, keamanan dan pembangunan merupakan tanggung jawab bersama. Tanpa situasi yang aman dan kondusif, pembangunan serta kehidupan sosial masyarakat akan sulit berjalan secara maksimal.
SERUKAN MASYARAKAT TOLAK BALAS DENDAM
Dalam kesempatan tersebut, Jackson juga mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk tidak melakukan tindakan balas dendam terhadap setiap persoalan pidana yang terjadi.
Ia meminta masyarakat mempercayakan proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum dan memberikan ruang kepada kepolisian untuk melakukan penyelidikan serta penegakan hukum secara profesional.
Menurutnya, tindakan balas dendam hanya berpotensi memperpanjang konflik dan menimbulkan korban baru.
“Jangan menyelesaikan persoalan dengan kekerasan atau balas dendam. Serahkan setiap persoalan pidana kepada aparat penegak hukum. Kita harus bersama-sama menjaga Mimika agar tetap aman dan damai,” ujarnya.
MIMIKA MEMBUTUHKAN KOLABORASI BESAR
Jackson berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat mempertimbangkan usulan pembentukan Tim Kerja Perwakilan Suku sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, Polres Mimika, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan berbagai kelompok masyarakat dinilai dapat menjadi kekuatan besar dalam mencegah konflik dan menyelesaikan persoalan secara lebih cepat.
Dukungan terhadap Polres Mimika dalam mengungkap berbagai kasus kriminal juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
“Mimika adalah rumah bersama. Keamanan bukan hanya tugas polisi dan pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Jika kita bersatu, duduk bersama dan membangun komunikasi, maka banyak persoalan dapat dicegah sebelum menjadi konflik besar,” pungkas Jackson Beanal.
PESAN UNTUK MIMIKA
UNGKAP KEJAHATAN, TEGAKKAN HUKUM, PERKUAT PERSAUDARAAN.
MIMIKA AMAN BUKAN HANYA TANGGUNG JAWAB APARAT — TETAPI TANGGUNG JAWAB BERSAMA SELURUH MASYARAKA
(Gunawan)








































Komentar via Facebook