JALAN POROS TIMIKA–MAPURUJAYA KM 10 DIPalang, KELUARGA KORBAN TUNTUT PELAKU PENIKAMAN SEGERA DITANGKAP

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 13 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

JALAN POROS TIMIKA–MAPURUJAYA KM 10 DIPalang, KELUARGA KORBAN TUNTUT PELAKU PENIKAMAN SEGERA DITANGKAP

TIMIKA, MIMIKA — TribunNusantara-web.id Akses transportasi di Jalan Poros Timika–Mapurujaya KM 10, tepat di depan Gapura Kampung Kadun Jaya, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih terganggu hingga Minggu (13/9) pagi.

Badan jalan dipalang oleh keluarga dan kerabat Muhammad Ramadhani (19), korban penikaman yang terjadi pada Sabtu (12/9) malam dan kemudian meninggal dunia setelah menjalani operasi di RSUD Mimika.

Pemalangan dilakukan dengan menggunakan kayu yang diletakkan melintang di badan jalan. Keluarga juga membakar ban sebagai bentuk protes dan desakan kepada aparat kepolisian agar segera mengungkap kasus tersebut serta menangkap pihak yang diduga sebagai pelaku.

Akibat aksi tersebut, arus kendaraan menuju Pelabuhan Pomako terhenti. Sejumlah pengguna jalan tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terpaksa menunggu hingga akses kembali dibuka.

-KELUARGA DESAK POLISI BERTINDAK CEPAT

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, pemalangan merupakan bentuk kekecewaan keluarga atas meninggalnya Ramadhani sekaligus tuntutan agar proses hukum terhadap terduga pelaku dilakukan secara cepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera memberikan kepastian hukum serta mencegah terjadinya aksi lanjutan yang berpotensi mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat.

Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena, membenarkan adanya pemalangan di lokasi tersebut.

“Iya benar, anggota ada di lokasi berkoordinasi dengan keluarga korban,” kata Alex melalui pesan singkat.

-VIDEO PEMALANGAN BEREDAR

Sementara itu, video yang merekam situasi pemalangan beredar di kalangan masyarakat dan media sosial. Dalam sejumlah unggahan, warga juga diimbau untuk berhati-hati ketika melintasi ruas Jalan Poros Timika–Mapurujaya, khususnya di sekitar KM 10.

Pihak kepolisian disebut telah berada di lokasi untuk melakukan koordinasi dengan keluarga korban dan menjaga situasi tetap kondusif.

-KELUARGA MENUNGGU KEPASTIAN HUKUM

Sebelumnya, Muhammad Ramadhani (19) menjadi korban penikaman di kawasan Kampung Kadun Jaya, KM 10, Distrik Mimika Timur. Korban sempat mendapatkan penanganan medis dan menjalani operasi di RSUD Mimika, namun nyawanya tidak tertolong.

Meninggalnya Ramadhani kemudian memicu kekecewaan keluarga dan berujung pada pemalangan jalan sebagai bentuk desakan kepada kepolisian.

Keluarga meminta agar kasus tersebut tidak berlarut-larut dan aparat segera melakukan penyelidikan, mengidentifikasi serta menangkap terduga pelaku, kemudian memprosesnya berdasarkan hukum yang berlaku.

Masyarakat kini menunggu langkah kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut sekaligus berharap akses transportasi menuju Pelabuhan Pomako dapat segera kembali normal.

Catatan: Informasi mengenai identitas dan keterlibatan terduga pelaku tetap menunggu hasil penyelidikan serta proses hukum dari pihak kepolisian.

Penulis:(M.G.FAKAUBUN)