Jambore Pramuka Maluku Tenggara 2026 Tak Sekadar Kemah, Peserta Digembleng Karakter hingga Peduli Lingkungan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 26 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Jambore Pramuka Maluku Tenggara 2026 Tak Sekadar Kemah, Peserta Digembleng Karakter hingga Peduli Lingkungan

Jambore Pramuka Maluku Tenggara 2026 Tak Sekadar Kemah, Peserta Digembleng Karakter hingga Peduli Lingkungan

Langgur, Tribunnusantara-web.id Jambore Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang perkemahan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembinaan karakter, kepemimpinan, budaya, hingga kepedulian lingkungan bagi generasi muda Maluku Tenggara.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia, Yos Rettobjaan, saat menyampaikan laporan pada acara pembukaan jambore yang digelar di Bumi Perkemahan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (26/3/2026).

Menurut Yos, Gerakan Pramuka merupakan wadah pendidikan nonformal yang berlandaskan prinsip dasar dan metode kepramukaan, dengan fokus pada pembentukan karakter, akhlak mulia, kedisiplinan, serta kecakapan hidup.

“Melalui pengamalan Satya dan Dharma Pramuka, setiap anggota dibina menjadi pribadi yang beriman, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air,” katanya.

Pramuka Dinilai Strategis Bangun SDM Daerah

Yos menilai, Gerakan Pramuka memiliki posisi penting dalam mendukung visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Ia menyebut, nilai-nilai kepramukaan menjadi sarana efektif untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan budaya.

“Sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berbudaya, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam pembangunan SDM,” ujarnya.

Belajar di Alam Terbuka, Bukan Sekadar Seremoni

Salah satu kekuatan kegiatan jambore ini, lanjut Yos, terletak pada metode pembelajaran khas kepramukaan, seperti belajar sambil melakukan, kegiatan di alam terbuka, sistem berkelompok, serta aktivitas menarik dan menantang.

Metode tersebut diyakini mampu membentuk karakter peserta secara lebih efektif dibanding pembelajaran seremonial semata.

Karena itu, jambore tahun ini disusun dalam berbagai zona pembinaan, mulai dari integritas, petualangan, budaya, pengetahuan, keterampilan kepramukaan, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu zona yang menjadi perhatian adalah Zona Pramuka Peduli, yang secara khusus membekali peserta dengan pemahaman tentang kebersihan lingkungan dan manajemen sampah.

Di sisi lain, Zona Budaya juga menjadi ruang penting untuk menanamkan nilai persaudaraan, identitas lokal, dan semangat kebersamaan melalui karnaval serta pentas seni budaya.

Targetnya, Lahir Generasi Muda yang Tangguh

Jambore Kwarcab Maluku Tenggara 2026 diikuti oleh 270 peserta dari 15 gugus depan, serta didampingi 30 pembina pendamping.

Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari, dari 26 hingga 29 Maret 2026, dengan mengusung tema:

“RAPIH: Kreatif, Adaptif, Produktif, Inovatif, dan Harmonis”

Yos berharap, melalui jambore ini akan lahir generasi muda Maluku Tenggara yang semakin tangguh, berkarakter, inovatif, dan siap menjadi bagian dari pembangunan daerah di masa depan.

“Jambore ini diharapkan menjadi wadah yang mampu membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, berbudaya, dan berkarakter,” ujarnya.

Kegiatan ini terselenggara melalui dukungan anggaran dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Tenggara Tahun Anggaran 2026, serta partisipasi dari masing-masing gugus depan.

 

“Evav”