Jamur Kecil, Tamparan Besar untuk Manusia: Yohanis Wantik Ingatkan Kesombongan yang Mengancam Keseimbangan Alam”
“Jamur Kecil, Tamparan Besar untuk Manusia: Yohanis Wantik Ingatkan Kesombongan yang Mengancam Keseimbangan Alam”
Mimika, Tribunnusantara-web.id –Di balik keberadaannya yang kecil dan sering dianggap tidak berarti, jamur ternyata menyimpan pesan besar bagi kehidupan manusia. Pesan inilah yang disuarakan oleh Tokoh Pemuda Kabupaten Mimika, Yohanis Wantik (Yowan), yang menilai manusia perlu belajar menghargai setiap makhluk hidup sebelum terlambat merusak keseimbangan alam.
Menurut Yowan, banyak orang masih keliru menganggap jamur sebagai tumbuhan atau hewan. Padahal, dalam ilmu biologi modern, jamur memiliki kerajaan tersendiri yaitu Kingdom Fungi, karena mempunyai struktur kehidupan dan cara memperoleh nutrisi yang berbeda dari makhluk hidup lainnya.20/06/2026
“Banyak orang hanya melihat jamur sebagai benda kecil yang tumbuh di tempat lembap, lalu mengabaikannya. Padahal, jamur adalah pekerja alam yang diam-diam mengurai sisa kehidupan dan mengembalikan unsur hara ke tanah. Ia bekerja tanpa suara, tetapi jasanya menentukan keberlangsungan kehidupan,” tegas Yowan.
Ia menjelaskan, berbeda dengan tumbuhan yang membuat makanan melalui proses fotosintesis, jamur memperoleh nutrisi dengan menyerap zat organik dari lingkungan sekitarnya. Peran tersebut menjadikan jamur sebagai salah satu penggerak utama siklus alam.
Lebih jauh, Yowan melontarkan kritik tajam terhadap pola pikir manusia yang sering merasa menjadi penguasa bumi, tetapi lupa bahwa kehidupan juga bergantung pada makhluk-makhluk kecil yang kerap tidak terlihat.
“Manusia sering membanggakan teknologi, kekuasaan, dan kemajuan, tetapi lupa menghormati alam yang menjadi sumber kehidupannya. Kalau jamur yang kecil saja memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan bumi, maka manusia yang memiliki akal dan pengetahuan seharusnya memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar, bukan menjadi penyebab kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Yowan berharap keberadaan jamur dapat menjadi simbol pembelajaran bagi masyarakat bahwa tidak ada makhluk hidup yang tercipta tanpa fungsi. Dari jamur yang tumbuh diam di sudut pekarangan, manusia diajak merenungkan kembali hubungannya dengan alam.
“Jangan sampai manusia merasa paling besar, tetapi justru menjadi makhluk yang paling banyak merusak rumahnya sendiri, yaitu bumi,” tutupnya.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook