Jangan Nodai Euforia Piala Dunia Dengan Konflik,Kei Rumah Bersama.
Jangan Nodai Euforia Piala Dunia Dengan Konflik,Kei Rumah Bersama.
Langgur Tribunnusantara-web.id – Menjelang pelaksanaan Pawai Damai Piala Dunia 2026 yang akan melibatkan ribuan suporter dari berbagai negara peserta, masyarakat dan komunitas fans di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara diingatkan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta semangat persaudaraan yang selama ini menjadi identitas masyarakat Kei.
Himbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya antusiasme masyarakat menjelang pawai akbar yang akan digelar dalam suasana penuh kegembiraan dan sportivitas.
Panitia dan sejumlah tokoh pemuda menegaskan bahwa perbedaan dukungan terhadap Argentina, Brasil, Belanda, Portugal maupun negara peserta lainnya tidak boleh menjadi alasan munculnya gesekan, provokasi, atau konflik di tengah masyarakat.
"Piala Dunia hanya berlangsung beberapa pekan, tetapi persaudaraan masyarakat Kei harus dijaga selamanya. Jangan biarkan rivalitas sepak bola merusak hubungan kekeluargaan yang telah terbangun selama ini," tegas salah satu tokoh pemuda.
Dalam himbauan yang disampaikan kepada seluruh peserta pawai, masyarakat diminta untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengedepankan sikap saling menghormati antar sesama suporter.08/06/26
Selain itu, seluruh fans juga diminta menghindari perdebatan yang berpotensi memicu konflik, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Euforia sepak bola diharapkan menjadi sarana mempererat persatuan, bukan menciptakan perpecahan.
Pawai Damai Piala Dunia 2026 sendiri direncanakan menjadi momentum besar yang mempertemukan berbagai komunitas suporter dalam satu barisan. Kehadiran mereka diharapkan menjadi simbol bahwa perbedaan pilihan tim nasional tidak menghalangi semangat persaudaraan sebagai sesama anak daerah.
Masyarakat Kei selama ini dikenal memiliki nilai-nilai adat yang menjunjung tinggi persatuan, saling menghormati, dan hidup dalam semangat kekeluargaan. Nilai-nilai itulah yang diharapkan tetap menjadi pegangan selama berlangsungnya seluruh rangkaian kegiatan Piala Dunia.
Tokoh masyarakat juga mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan pesan-pesan damai kepada publik dan menunjukkan kepada daerah lain bahwa masyarakat Tual dan Maluku Tenggara mampu merayakan pesta sepak bola dunia dengan cara yang bermartabat dan beradab.
"Jangan ada provokasi, jangan ada ujaran yang memecah belah, dan jangan ada tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Mari tunjukkan bahwa masyarakat Kei adalah masyarakat yang dewasa dalam menyikapi perbedaan."
Dengan semangat tersebut, Pawai Damai Piala Dunia 2026 diharapkan menjadi pesta rakyat yang aman, meriah, dan penuh persaudaraan.
Karena di atas semua warna jersey dan bendera negara yang didukung, ada satu identitas yang tidak boleh dilupakan: Kei adalah rumah bersama.
Editor : Bruce Elang








































Komentar via Facebook