Jangan Terus Berlindung di Balik Alasan Klasik!”

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 21 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Jangan Terus Berlindung di Balik Alasan Klasik!”

“Jangan Terus Berlindung di Balik Alasan Klasik!”

Publik Mulai Soroti Lambannya Realisasi Anggaran Pemkab Mimika

Mimika Tribunnusantara-web.id — Lambannya realisasi kegiatan Pemerintah Kabupaten Mimika kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Alasan klasik seperti revisi harga satuan dan penyesuaian administrasi dinilai tak lagi relevan jika pada akhirnya program pembangunan tetap mandek sementara waktu terus berjalan.21/05/2026

Publik kini mempertanyakan, mengapa hingga memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, banyak kegiatan daerah belum juga bergerak signifikan.

“Yang jalan hanya kegiatan seremonial, sementara program yang menyentuh masyarakat justru belum terlihat,” ungkap salah satu sumber kepada media ini.

Sorotan tersebut juga diarahkan pada kondisi tahun anggaran 2025 lalu yang dinilai minim realisasi kegiatan, sehingga memunculkan pertanyaan besar soal efektivitas pengelolaan anggaran daerah.

Menurut sumber, pemerintah daerah tidak boleh terus menggunakan revisi harga satuan maupun penyesuaian administrasi sebagai tameng untuk menutupi lambannya pelaksanaan program.

“Jangan alasan revisi harga satuan dijadikan senjata otomatis setiap kali kegiatan tidak jalan. Pada akhirnya uang hanya tidur manis di bank, bunga terus bertumpuk, lalu yang menikmati siapa? Sementara rakyat dan pelaku usaha setengah mati menunggu perputaran ekonomi,” tegasnya.

Kritik itu mencerminkan keresahan masyarakat terhadap lambannya belanja pemerintah yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi daerah, terutama bagi kontraktor lokal, pelaku UMKM, hingga masyarakat kecil yang menggantungkan harapan pada proyek-proyek pemerintah.

Menurut sumber tersebut, memasuki akhir Mei 2026 atau pertengahan tahun anggaran, seharusnya seluruh penyesuaian administrasi dan harga satuan sudah tuntas dilakukan agar kegiatan pembangunan segera berjalan.

“Kalau sudah masuk pertengahan tahun, maka kegiatan harus jalan. Jangan terus banyak alasan ke sana ke mari. Jangan pakai sistem lempar batu sembunyi tangan,” sindirnya.

Karena itu, masyarakat berharap Johannes Rettob bersama Imanuel Kemong segera mengambil langkah tegas untuk mempercepat realisasi program dan memastikan roda pembangunan benar-benar bergerak di tengah masyarakat.

Harapan publik sederhana: anggaran daerah tidak hanya berhenti sebagai angka di dokumen APBD, tetapi benar-benar hadir dalam bentuk pembangunan nyata, perputaran ekonomi, dan manfaat langsung bagi rakyat Mimika.

Editor : Bruce Elang