Jangan Wariskan Keburukan! Ketua DPP Hena Hetu Serukan Persatuan demi Generasi Muda

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 15 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Jangan Wariskan Keburukan! Ketua DPP Hena Hetu Serukan Persatuan demi Generasi Muda

Ambon,Tribun-nusantara.web.id. Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hena Hetu Provinsi Maluku, Ir. M. Saleh Hurasan, melontarkan seruan keras kepada seluruh masyarakat Jazirah Leihitu. Ia meminta agar segala bentuk pertikaian dan kekerasan dihentikan segera, karena konflik hanya membawa kerugian dan mencoreng masa depan generasi muda.

Himbauan tegas ini disampaikannya usai kegiatan Halal Bihalal DPP Hena Hetu yang berlangsung di Islamic Center Pantai Waehaong Ambon, Rabu (15/4/2026). Acara yang mengusung tema" Melalui Halal Bihalal Kita Perkuat Sinergi Pemerintah Dan Masyarakat Adat Dalam Menjaga Persatuan, Harmonitas Masyarakat Dan Spektrum Nilai-nilai Budaya Jazirah Leihitu". Dihadiri oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa

Saleh menyoroti pentingnya menjaga keamanan demi membuka peluang kerja dan pembangunan. Menurutnya, pesan Gubernur untuk menghimpun potensi daerah tidak akan berjalan mulus jika kondisi wilayah tidak stabil.

"Sering saya sampaikan, kita tidak bisa berbuat apa-apa kalau hidup dalam ketidakstabilan. Kita ingin peluang pekerjaan terbuka lebar dan sumber daya alam bisa dinikmati bersama. Itu semua mustahil kalau suasana terus memanas," ujarnya.

"Stop Sudah, Tidak Ada Untungnya"

Dengan nada yang mendesak namun penuh kasih sayang, Saleh memohon kepada seluruh elemen masyarakat untuk sadar.

"Saya menghimbau basudara sekalian, stop sudah! Tidak ada untungnya, semua rugi. Andaikan ada yang berbuat zalim dan merusak, saya yakin sungguh setelah itu dia akan menyesal, bahkan tidak bisa tidur nyenyak," tegasnya.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang memihak pada keburukan. Sebagai orang tua, tanggung jawab terbesar adalah mendidik anak dengan nilai baik, bukan menurunkan kebencian.

Jangan Wariskan Dosa dan Keburukan

Saleh pun menyinggung sejarah leluhur yang dahulu dikenal menyatukan, bukan memecah belah. Sangat disayangkan jika kondisi saat ini justru berbanding terbalik dengan nilai-nilai luhur tersebut.

"Haruskah anak cucu kita kelak juga hidup dalam permusuhan? Saya yakin tidak. Pertikaian ini hanya meninggalkan preseden buruk dan aib bagi generasi mendatang," tambahnya.

"Sebagai Ketua Hena Hetu, saya tegaskan lagi: cukup sudah perkelahian ini. Tidak ada untungnya sama sekali. Saya yakin, kalian semua pun pada akhirnya akan menyesal," pungkasnya.

(H.R)