Jefri Tuwul Bertemu Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Bahas Masa Depan Budaya Nusantara di Tengah Arus Globalisasi

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 03 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Jefri Tuwul Bertemu Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Bahas Masa Depan Budaya Nusantara di Tengah Arus Globalisasi

Jefri Tuwul Bertemu Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Bahas Masa Depan Budaya Nusantara di Tengah Arus Globalisasi

JAKARTA Tribunnusantara-web.id – Komitmen menjaga dan mengangkat martabat budaya Nusantara kembali mengemuka dalam pertemuan antara Ketua Umum Yayasan Cahaya Timur Nusantara Emas, Jefri Tuwul, dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh gagasan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum strategis untuk membahas masa depan seni dan budaya daerah di tengah tantangan globalisasi yang semakin kuat.04/06/2026

Dalam diskusi tersebut, berbagai isu penting mengemuka, mulai dari upaya pelestarian budaya lokal, penguatan identitas daerah, hingga strategi memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional. Kedua pihak sepakat bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan fondasi peradaban bangsa yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

Menteri Kebudayaan RI menegaskan bahwa keberhasilan pelestarian budaya tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh masyarakat, lembaga sosial, komunitas budaya, akademisi, dan generasi muda untuk memastikan warisan budaya Nusantara tetap hidup dan relevan di setiap zaman.

Sementara itu, Jefri Tuwul menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam mendukung berbagai program pelestarian budaya daerah. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, namun membutuhkan perhatian, ruang promosi, dan dukungan berkelanjutan agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

“Budaya adalah jati diri bangsa. Jika budaya dijaga, maka identitas bangsa akan tetap kokoh. Karena itu, pelestarian budaya harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab segelintir pihak,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat sipil terus dibangun demi memperkuat posisi budaya sebagai salah satu kekuatan strategis bangsa. Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, seni dan budaya Indonesia dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tampil sebagai wajah Indonesia di panggung dunia.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai kolaborasi konkret dalam pengembangan seni dan budaya daerah, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjaga warisan leluhur sebagai aset berharga bagi generasi masa depan.

Editor Bruce Elang