JELANG HARI SANTRI NASIONAL 2026, PWNU PAPUA TENGAH DAN PCNU MIMIKA PERKUAT KONSOLIDASI, MATANGKAN AGENDA PERINGATAN
JELANG HARI SANTRI NASIONAL 2026, PWNU PAPUA TENGAH DAN PCNU MIMIKA PERKUAT KONSOLIDASI, MATANGKAN AGENDA PERINGATAN
TIMIKA Tribunnusantara-web.id — Menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2026, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Tengah bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mimika menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama badan otonom (Banom) dan lembaga NU, Minggu (11/10/2026).
Rakor yang berlangsung di Kantor PCNU Kabupaten Mimika tersebut menjadi langkah awal untuk mematangkan persiapan kepanitiaan, menyelaraskan program antarlembaga, serta membangun sinergi seluruh unsur Nahdlatul Ulama dalam menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Papua Tengah, Gus Imam Mawardi, didampingi Sekretaris Tanfidziyah PWNU Papua Tengah, Ibnu Hamid. Sejumlah perwakilan badan otonom dan lembaga NU turut hadir dalam agenda konsolidasi tersebut.
Unsur yang hadir meliputi Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Fatayat NU, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pagar Nusa, serta Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).
Perkuat Sinergi, Matangkan Persiapan Kegiatan
Rapat koordinasi tersebut berfokus pada pembahasan persiapan kepanitiaan, pembagian peran, koordinasi lintas badan otonom, serta perencanaan rangkaian kegiatan menjelang puncak peringatan Hari Santri Nasional.
Keterlibatan berbagai unsur NU dinilai penting agar persiapan dapat dilakukan secara terarah dan setiap elemen organisasi memahami tugas serta tanggung jawabnya. Melalui koordinasi sejak dini, pelaksanaan kegiatan diharapkan berjalan tertib, terorganisasi, dan melibatkan partisipasi warga Nahdliyin di Kabupaten Mimika.
Konsolidasi ini juga menjadi ruang untuk mempererat komunikasi antara jajaran pengurus wilayah, pengurus cabang, badan otonom, dan lembaga NU. Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan dan keberlanjutan gerakan organisasi.
Hari Santri Bukan Sekadar Seremoni
Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Penetapan tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan serta upaya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam pertimbangannya, Keputusan Presiden tersebut juga menegaskan pentingnya mengenang dan meneladani peran ulama serta santri dalam pembangunan bangsa. Penetapan tanggal 22 Oktober berkaitan dengan momentum Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.
Karena itu, peringatan Hari Santri memiliki makna historis, kebangsaan, dan keagamaan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya berperan dalam penguatan pendidikan agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun masyarakat, menjaga persatuan, serta merawat kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama di Papua Tengah, peringatan HSN 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, dan meneguhkan komitmen terhadap kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Papua.
Meneguhkan Peran Santri di Tanah Papua Tengah
Konsolidasi antara PWNU Papua Tengah, PCNU Mimika, dan seluruh badan otonom diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pelaksanaan kegiatan Hari Santri Nasional yang tertib dan bermakna.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, peringatan HSN diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan kepedulian terhadap masyarakat, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Nilai keislaman, kebangsaan, toleransi, dan persaudaraan menjadi bagian penting yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sosial. Di tengah kemajemukan Papua Tengah, santri dan generasi muda NU diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga kedamaian, memperkuat persatuan, serta membangun hubungan harmonis antarkelompok masyarakat.
Melalui rakor tersebut, PWNU Papua Tengah dan PCNU Kabupaten Mimika bersama badan otonom serta lembaga NU mulai mematangkan langkah persiapan menuju peringatan Hari Santri Nasional 2026. Keberhasilan pelaksanaannya diharapkan ditopang oleh komunikasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, dan semangat gotong royong seluruh unsur yang terlibat.
Semangat Hari Santri tahun ini diharapkan menjadi penggerak bagi warga Nahdliyin untuk terus mengabdi kepada agama, masyarakat, dan bangsa, sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi kemajuan Papua Tengah.
*Santri Mengabdi, NU Bersinergi, Indonesia Harmoni.*
*Penulis: A.L*
*Editor: Bruce Elang*








































Komentar via Facebook