Jelang: Memperingati dan Persiapan (IPMAPAN) Sorong, Tragedi Paniai Berdarah 8 Desember 2014.

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 08 Desember 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Jelang: Memperingati dan Persiapan (IPMAPAN)  Sorong, Tragedi Paniai Berdarah 8 Desember 2014.

Sorong-Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Paniai (IPMAPAN) Se-Kota Studi Sorong, Papua Barat Daya, bertempat di Asrama/Kontrakan Paniai Jl. Malibela Km. 11,5 Lorong II Meuwo Sorong, Senin, 8/12/25

Tragedi Paniai adalah peristiwa penembakan oleh anggota TNI terhadap warga sipil di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua, pada 8 Desember 2014, yang menyebabkan empat orang tewas dan 21 orang lainnya terluka.

Kejadian ini berawal dari penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI terhadap sekelompok pemuda sehari sebelumnya, yang kemudian memicu protes damai warga ke lapangan Karel Gobay, sebelum akhirnya terjadi bentrokan dan penembakan oleh aparat.

Peristiwa ini ditetapkan sebagai pelanggaran HAM berat oleh Komnas HAM pada Februari 2020, namun proses hukum selanjutnya menuai kritik karena hanya satu terdakwa yang diajukan ke persidangan dan akhirnya divonis bebas pada Desember 2022.

Kronologi singkat

7 Desember 2014: Oknum anggota TNI dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap sejumlah pemuda di Enarotali, yang dipicu oleh teguran warga terkait mobil yang tidak menyalakan lampu.

8 Desember 2014: Rombongan masyarakat Ipakiye datang ke Enarotali untuk menuntut penjelasan dan keadilan di Lapangan Karel Gobay. Situasi memanas setelah aksi protes dan aparat menembaki massa.

Hasil: Empat warga sipil tewas seketika, dan 21 orang lainnya luka-luka. Kelima korban tewas adalah pelajar yang sedang berada di lokasi kejadian.

(Jeri P.Degei)