Jelang Piala Dunia 2026, Pecinta Argentina Kenang Keajaiban Messi: "Gracias Goat, Kami Akan Tetap Menontonmu dengan Cinta"
Jelang Piala Dunia 2026, Pecinta Argentina Kenang Keajaiban Messi: "Gracias Goat, Kami Akan Tetap Menontonmu dengan Cinta"
TIMIKA Tribunnusantara-web.id – Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tinggal menghitung hari. Namun bagi sebagian pendukung Timnas Argentina, euforia menyambut pesta sepak bola terbesar dunia itu terasa berbeda.
Bagi Ronald R, seorang penggemar setia La Albiceleste, kebahagiaan saat Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar masih menjadi kenangan yang begitu membekas dan belum tergantikan hingga hari ini.
Menurutnya, keberhasilan Lionel Messi dan kawan-kawan mengangkat trofi dunia empat tahun lalu telah memberikan kepuasan yang sempurna setelah puluhan tahun menanti.
"Saya sudah merasakan puncak kebahagiaan sebagai pendukung Argentina. Sejak Piala Dunia 1994 sampai Rusia 2018, yang ada hanya kesedihan, kegagalan dan air mata. Karena itu, gelar tahun 2022 menjadi sesuatu yang sangat istimewa," ungkap Ronald dalam catatan pribadinya, Rabu (10/6/2026).
Meski masih berharap Argentina mampu mempertahankan gelar juara dunia, ia mengaku tidak akan kecewa apabila trofi bergengsi tersebut jatuh ke tangan negara lain.
Baginya, sepak bola selalu menghadirkan kejutan dan sejarah baru.
"Kalau pun negara lain yang juara, tidak masalah. Bahkan Brasil, Belanda, Prancis atau Portugal sekalipun. Sepak bola itu bola yang bulat, semuanya bisa terjadi," ujarnya.
Namun, ada satu hal yang membuat Piala Dunia 2026 terasa begitu emosional bagi para pendukung Argentina, yakni kemungkinan turnamen tersebut menjadi penampilan terakhir Lionel Messi bersama Tim Tango di ajang Piala Dunia.
Ronald mengaku sedih membayangkan berakhirnya perjalanan sang kapten yang selama bertahun-tahun telah mempersembahkan begitu banyak kebahagiaan bagi Argentina dan para penggemarnya di seluruh dunia.
"Kami melihat bagaimana Messi melewati luka, kegagalan, kritik hingga air mata bersama Argentina. Tapi pada akhirnya dia membuktikan semuanya dan menjadi juara dunia. Messi tetaplah Messi," katanya.
Perasaan haru itu kembali muncul ketika Messi tampil pada laga persahabatan melawan Islandia, Rabu (10/6/2026). Meski hanya bermain sekitar 20 menit, kapten Argentina tersebut kembali menunjukkan magisnya dengan menciptakan assist untuk Lautaro Martinez serta berperan dalam terciptanya gol ketiga Argentina melalui Rodrigo De Paul.
Bagi Ronald, kehebatan Messi tidak hanya terlihat dari kemampuannya di lapangan, tetapi juga dari kepribadiannya sebagai sosok yang sederhana dan rendah hati.
"Saya mengagumi Messi bukan hanya karena kejeniusannya bermain sepak bola, tetapi juga karena dia seorang ayah yang hebat dan pribadi yang selalu rendah hati. Itulah yang membuatnya pantas menjadi panutan," tuturnya.
Menjelang Piala Dunia 2026, Ronald bersama jutaan penggemar Argentina lainnya hanya memiliki satu harapan, yakni dapat menikmati momen-momen terakhir Lionel Messi bersama Timnas Argentina.
Dan jika takdir berkata lain, mereka akan tetap mengenang sang kapten sebagai salah satu pesepakbola terbaik yang pernah dilahirkan.
"Terima kasih GOAT, La Pulga, The Messiah, The Alien. Kami akan tetap berdoa dan menontonmu dari sini dengan cinta dan harapan yang sama."tutup Roland.
Vamos Argentina!
Editor : Bruce Elang








































Komentar via Facebook