Jems Masela, Akses Jalan Masuk Desa Arma Terabaikan, Warga Merintih
Saumlaki, Tribunnusantara.web.id |
Warga Desa Arma, semakin meradang dengan kondisi jalan masuk Desa yang rusak, terkesan diabaikan oleh Pemerintah Daerah. Jarak tempuh masuk Desa Arma, dari titik rusak diperkirakan satu kilo. Keluhan ini mencuat seiring dengan fokus pemda yang dinilai lebih condong pada pembangunan dan perbaikan jalan di wilayah perkotaan, dengan jumlah puluhan milyar.
Jems Masela, sala seorang warga Desa Arma, mengungkapkan keprihatinannya. Warga Masyarakat, baik petani penjalan kaki, supir roda empat dan roda dua, merintih dengan kondisi jalan ini. Setiap hari mereka harus berjibaku dengan jalan berlubang dan berlumpur kala hujan, saat bincang-bincang dengan beberapa warga yang melintasi jalan tersebut mengatakan, kepada siapa lagi kami harus mengadu, kata mereka.
Menurut Jems, kerusakan jalan ini tidak hanya menyulitkan akses transportasi, tetapi juga berdampak pada perekonomian Desa. Petani agak kesulitan mengangkut hasil panen, biaya transportasi meningkat, dan aktifitas ekonomi bisa menjadi terhambat. Dulu kami bisa membawa hasil panen dengan mudah melewati jalan rusak tersebut, sekarang kami harus mengeluarkan biaya lebih untuk perbaikan kendaraan, jadi kami juga berhasil mendapatkan perhatian yang sama, tutur sala satu pengendara supir roda empat.
Masela, pemuda Desa Asal Arma itu berharap agar Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dapat merealisasikan perbaikan jalan tersebut. Dia juga meminta agar Pemda lebih memperhatikan kebutuhan infrastruktur di desa-desa, sehingga pembangunan dapat merata diseluruh wilayah Kabupaten. Ingat kami warga masyarakat Desa Arma, adalah bagian dari Kabupaten ini, kami juga berhak mendapatkan perhatian yang sama, pungkasnya.
JCS








































Komentar via Facebook