Jepara Siap Hadapi EUDR: HIMKI Dorong Industri Mebel Beradaptasi dengan Regulasi Uni Eropa
Jepara, TribunNusantara.web.id | Gelombang perubahan besar tengah mendekati industri mebel nasional. Uni Eropa telah mengesahkan regulasi terbaru bertajuk European Union Deforestation Regulation (EUDR), yang melarang masuknya produk dari lahan hasil deforestasi ke pasar Eropa. Jepara, yang dikenal sebagai sentra produksi dan ekspor mebel terbesar di Indonesia, tak ingin ketinggalan langkah.
Selasa (9/9), DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Kabupaten Jepara menggelar sosialisasi dan persiapan implementasi EUDR di Resto Maribu, Jalan Shima No. 20A.
Acara yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini mendapat sambutan antusias dari para pelaku usaha, terutama produsen mebel lokal yang banyak menggantungkan pasarnya pada ekspor ke Eropa.
Sekretaris DPD HIMKI Jepara, Rengganis Fitriyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa aturan baru ini harus dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang.
“Terima kasih kepada semua pihak yang hadir. Semoga sosialisasi ini bermanfaat, khususnya bagi pelaku industri furniture di Jepara, agar kita tahu bagaimana mengimplementasikan EUDR secara tepat,” ujarnya.
Tantangan dan Persiapan
EUDR menjadi isu hangat di banyak negara penghasil komoditas kehutanan, termasuk Indonesia. Regulasi ini mensyaratkan setiap produk yang masuk ke Uni Eropa harus bisa ditelusuri asal-usulnya, lengkap dengan data geolokasi untuk memastikan tidak berasal dari lahan deforestasi setelah cut-off date yang ditetapkan.
Di tingkat global, Indonesia bersama Malaysia telah mengembangkan sistem ketertelusuran yang lebih ketat. Uni Eropa pun berkomitmen mendukung pengembangan sistem tersebut agar petani kecil maupun produsen di daerah tetap bisa masuk dalam rantai pasok yang legal dan berkelanjutan.
Meski begitu, sejumlah tantangan masih membayangi. Mulai dari keterbatasan akses teknologi bagi petani kecil, isu privasi data akibat kewajiban geolokasi, hingga perdebatan di level WTO terkait potensi hambatan perdagangan.
Jepara Jadi Barometer
Sebagai salah satu pusat ekspor mebel dunia, Jepara dipandang sebagai barometer kesiapan industri nasional menghadapi regulasi EUDR. Para pelaku usaha di kota ukir ini dituntut lebih sigap dalam menyiapkan sistem ketertelusuran bahan baku, standar produksi, hingga strategi ekspor agar tetap bisa menembus pasar Uni Eropa.
HIMKI Jepara berharap, lewat sosialisasi ini, pelaku industri tidak hanya siap menghadapi tantangan, tetapi juga mampu menjadikan regulasi EUDR sebagai momentum memperkuat citra produk mebel Indonesia yang ramah lingkungan, legal, dan berdaya saing tinggi di pasar global.
Writter : Hani








































Komentar via Facebook