Kapolda Maluku Gandeng Organisasi Perempuan untuk Tekan Konflik Sosial

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 17 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kapolda Maluku Gandeng Organisasi Perempuan untuk Tekan Konflik Sosial

Kapolda Maluku Gandeng Organisasi Perempuan untuk Tekan Konflik Sosial

Maluku, Tribunnusantara-web.id Kapolda Maluku Dadang Hartanto mendorong peran strategis organisasi perempuan dalam menekan konflik sosial serta membina generasi muda di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Pengurus Wilayah Wanita Islam Provinsi Maluku di Mapolda Maluku, Rabu (15/4/2026).

Dalam pertemuan itu, Kapolda menyoroti masih tingginya kasus yang melibatkan perempuan dan anak, serta meningkatnya kerentanan remaja terhadap pengaruh negatif, seperti minuman keras, kekerasan, dan penyebaran informasi yang tidak benar.

“Peran ibu sangat strategis karena pendidikan pertama anak dimulai dari keluarga. Dari sana terbentuk karakter dan nilai moral,” ujar Dadang.

Ia menegaskan, penguatan peran perempuan—terutama ibu—menjadi kunci dalam membangun ketahanan sosial masyarakat sekaligus mencegah konflik sejak dini. Menurutnya, pendekatan keamanan tidak dapat hanya mengandalkan aparat, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Organisasi perempuan berbasis keagamaan dinilai memiliki peran penting dalam pendekatan sosial dan moral di tengah masyarakat.

Selain itu, Kapolda juga mengingatkan bahaya penggunaan isu SARA dalam konflik serta pentingnya menjaga nilai kebersamaan masyarakat Maluku yang dikenal dengan falsafah “orang basudara”.

Sementara itu, Ketua Wanita Islam Maluku, Hj. Irma Betaubun, menyatakan kesiapan organisasinya untuk berkontribusi dalam edukasi sosial dan pembinaan moral masyarakat.

“Perempuan memiliki kontrol sosial yang kuat dalam keluarga. Karena itu, kami siap terlibat dalam upaya pencegahan konflik dan pembinaan generasi muda,” katanya.

Wanita Islam juga mengusulkan kolaborasi program edukasi, seperti kunjungan ke sekolah serta penguatan pembinaan keagamaan melalui pengajian dan tausiah.

Kapolda menyambut baik usulan tersebut dan membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara kepolisian dan organisasi perempuan.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat serta menekan potensi konflik dan kenakalan remaja di Maluku.

“Elang”