Kapolres Fakfak Gandeng Pers, Jaga Informasi dan Kamtibmas Tetap Kondusif
Fakfak, TribunNusantara.web.id | Secangkir kopi, obrolan santai, dan komitmen menjaga Fakfak tetap kondusif menjadi warna dalam pertemuan Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., bersama insan pers di Cafe Kopi Paste, Sabtu malam (22/8).
Bagi Naim, pers bukan sekadar penyampai informasi. Media merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga ruang publik tetap sehat, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan akurat.
Karena itu, Kapolres menegaskan pentingnya membangun hubungan yang dilandasi silaturahmi, komunikasi, dan sikap saling menghargai antara Polri dan insan pers.
“Selama saya bertugas di kepolisian, saya selalu dekat dengan wartawan dan berusaha menjaga hubungan baik. Kami tidak mau mengintervensi kerja-kerja wartawan,” ujar Naim.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi kunci untuk mencegah munculnya informasi yang simpang siur di tengah masyarakat. Polres Fakfak, kata dia, membutuhkan respons cepat terhadap berbagai pertanyaan dan konfirmasi dari wartawan, sehingga informasi yang berkembang tidak menimbulkan kegaduhan.
“Kami justru membutuhkan komunikasi yang baik. Kalau ada informasi yang perlu dikonfirmasi, kami berharap bisa segera disampaikan dan direspons dengan baik,” katanya.
Keamanan Jadi Fondasi Pembangunan
Dalam pertemuan itu, Naim juga menyinggung pentingnya menjaga stabilitas keamanan di tengah geliat pembangunan dan investasi di Kabupaten Fakfak.
Menurut dia, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Kondusivitas daerah memiliki kaitan langsung dengan kehidupan sosial, aktivitas ekonomi, hingga kepercayaan investor.
Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan dan investasi tidak boleh berjalan dengan mengabaikan kepentingan masyarakat.
“Investasi tidak boleh melupakan hak-hak masyarakat. Karena kalau itu diabaikan, dampaknya bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.
Pesan itu menjadi penekanan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak masyarakat. Sebab, pembangunan yang tidak menghadirkan rasa keadilan berpotensi memunculkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Pers Dorong Keterbukaan Penanganan Kasus
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Fakfak, Enrico Letsoin, S.H., mengapresiasi langkah Kapolres Fakfak yang membuka ruang komunikasi bersama insan pers.
Menurut Enrico, keterbukaan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Ia berharap Polres Fakfak terus meningkatkan kinerja, terutama dalam penanganan dan penyelesaian berbagai kasus yang menjadi perhatian masyarakat.
“Kami berharap kasus-kasus yang ditangani Polres Fakfak bisa segera diselesaikan, sehingga masyarakat tidak terus bertanya-tanya,” ujarnya.
Menanggapi masukan tersebut, Kapolres Fakfak menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dengan media serta menjalankan penanganan setiap perkara secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Naim berharap, pertemuan antara Polri dan insan pers tidak berhenti pada agenda ngopi bareng semata. Forum serupa, menurut dia, perlu dilakukan secara rutin agar Polri dapat mendengar langsung masukan, kritik, maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kalau perlu, kita agendakan dua minggu sekali. Kami ingin mendengar masukan dari teman-teman pers, sehingga pelayanan Polri kepada masyarakat bisa terus diperbaiki,” pungkasnya.
Bagi Polres Fakfak, komunikasi dengan pers bukan sekadar membangun hubungan kelembagaan. Lebih dari itu, sinergi tersebut diharapkan menjadi salah satu pintu untuk menjaga informasi tetap jernih, kepercayaan publik tetap terpelihara, dan keamanan Kabupaten Fakfak tetap kondusif.
Writter : ASAH | Editor : Den








































Komentar via Facebook