Kapolres Tual dan Bhayangkari Bagikan Takjil di Simpang SKB, Rajut Silaturahmi di Bulan Ramadhan
Tual, TribunNusantara.web.id | 3 Maret 2026 — Senja belum sepenuhnya turun ketika arus kendaraan masih mengalir di Simpang Kawasan Bundaran (SKB) Kota Tual. Di tengah lalu lintas yang padat menjelang waktu berbuka puasa, jajaran Polres Tual bersama Bhayangkari Cabang Tual berdiri di tepi jalan, menyapa para pengendara dengan senyum dan bingkisan takjil di tangan.
Kegiatan sosial itu dipimpin langsung oleh Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, S.H., S.I.K., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tual, Wakapolres Tual, serta para pejabat utama Polres Tual. Mereka membagikan takjil berupa “keu” dalam kemasan rapi dan menarik, serta paket sembako kepada para pengendara yang melintas.
Aksi berbagi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar jajaran kepolisian di wilayah Kota Tual. Tidak sekadar membagikan makanan pembuka puasa, kegiatan ini dimaknai sebagai wujud kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat.
“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian. Kami ingin berbagi dengan masyarakat, khususnya mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba,” ujar Kapolres di sela kegiatan.
Ia menambahkan, pembagian takjil ini juga menjadi sarana menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar suasana Ramadhan tetap aman dan kondusif.
Menurutnya, stabilitas keamanan selama bulan suci merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, pendekatan humanis melalui kegiatan sosial dinilai efektif untuk membangun komunikasi yang lebih hangat dan terbuka.
Ketua Bhayangkari Cabang Tual menuturkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Bhakti Sosial Peduli Bhayangkari yang secara konsisten digelar setiap Ramadhan.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya membantu secara materiil, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan dan empati di tengah masyarakat,” katanya.
Sejumlah pengendara yang menerima takjil tampak antusias dan menyampaikan apresiasi. Bagi mereka, perhatian kecil di tengah kesibukan perjalanan menjelang berbuka menjadi pengalaman yang berkesan. Tak sedikit yang mengaku merasa lebih dekat dengan institusi kepolisian melalui interaksi sederhana namun bermakna tersebut.
Pembagian takjil berlangsung tertib dan lancar. Petugas tetap mengedepankan aspek keselamatan lalu lintas agar kegiatan sosial tidak mengganggu arus kendaraan. Suasana penuh keakraban terasa ketika aparat dan masyarakat saling bertukar senyum serta ucapan terima kasih.
Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, langkah sederhana seperti ini menjadi penanda bahwa kehadiran aparat negara tidak melulu identik dengan penegakan hukum, melainkan juga sentuhan kemanusiaan. Ramadhan pun menjadi ruang refleksi bersama—bahwa keamanan dan ketertiban tumbuh dari relasi yang saling percaya.
Tradisi berbagi di Simpang SKB itu diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk merawat kebersamaan di Kota Tual—kota kecil di timur Indonesia yang senjanya selalu menyimpan cerita tentang solidaritas.








































Komentar via Facebook