Kapolres Tual Terkena Panah Saat Lerai Bentrokan Pemuda di Fiditan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 24 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kapolres Tual Terkena Panah Saat Lerai Bentrokan Pemuda di Fiditan

Tual, TribunNusantara.web.id | Senja belum benar-benar turun ketika suasana di Desa Fiditan, Kota Tual, mendadak memanas. Dua kelompok pemuda dari Kompleks Fiditan Kampung Lama dan Kompleks Fiditan Kampung Baru terlibat aksi saling serang pada Selasa, 24 Februari 2026, sekitar pukul 16.59 WIT. Bentrokan yang semula berupa saling lempar itu berkembang menjadi serangan menggunakan panah dan bom molotov.

Kepolisian menyebutkan, sekitar pukul 17.00 WIT, massa dari Kampung Lama melemparkan bom molotov ke arah permukiman Kampung Baru. Api sempat menyala di sejumlah titik sebelum berhasil dikendalikan. Situasi yang kian tak terkendali memaksa aparat bergerak cepat.

Sepuluh menit berselang, Wakapolres Tual Komisaris Polisi Roni F. Manawan bersama personel Dalmas tiba di lokasi dan mengimbau massa untuk membubarkan diri. Namun, ketegangan belum mereda. Pada pukul 17.20 WIT, Kapolres Tual Ajun Komisaris Besar Polisi Whansi Des Asmoro datang dan mengambil alih komando pengamanan. Ia memimpin langsung upaya pembubaran dan negosiasi dengan kedua kelompok.

Upaya tersebut justru berujung insiden. Pada pukul 17.47 WIT, sebuah panah melesat dan mengenai lutut kiri bawah Kapolres. Ia segera dievakuasi dari lokasi untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga pukul 17.55 WIT, sebagian massa dari Kampung Lama masih melakukan perlawanan sebelum aparat meminta mereka mundur ke pos pengamanan di depan puskesmas.

Situasi berangsur terkendali menjelang malam. Sekitar pukul 18.10 WIT, massa dari kedua kubu mulai kembali ke kompleks masing-masing. Pengamanan diperkuat dengan kedatangan personel Yon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku yang dipimpin Komisaris Besar Polisi Irfan S.P. Marpaung pada pukul 18.30 WIT.

Dua orang tercatat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun, Langgur. Selain Kapolres yang terkena panah di bagian lutut kiri, seorang pemuda bernama Rizqi R. Taweatubun, 19 tahun, warga Fiditan Kampung Baru, juga mengalami luka akibat panah di kaki kiri, tepat di pangkal jari telunjuk.

Belum diketahui secara pasti pemicu bentrokan. Kepolisian menyatakan tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab dan pihak-pihak yang terlibat. Aparat juga meningkatkan patroli serta penjagaan di titik-titik rawan guna mencegah bentrokan susulan.

Peristiwa ini kembali menegaskan rapuhnya relasi sosial di sejumlah wilayah yang kerap dilanda konflik antarkelompok pemuda. Tanpa penanganan akar persoalan—baik soal batas wilayah, rivalitas lama, maupun persoalan sosial lain—api kecil berpotensi kembali menyala. Di Fiditan, senja itu menyisakan luka dan pekerjaan rumah besar bagi semua pihak.

 

Writter : Evav | Editor : Red