Karhutla Mengancam Maluku Tenggara, Bupati Turun ke Lapangan dan Perintahkan Percepatan Pemadaman

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 16 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Karhutla Mengancam Maluku Tenggara, Bupati Turun ke Lapangan dan Perintahkan Percepatan Pemadaman

Karhutla Mengancam Maluku Tenggara, Bupati Turun ke Lapangan dan Perintahkan Percepatan Pemadaman

Maluku Tenggara Tribunnusantara-web.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di Kabupaten Maluku Tenggara di tengah kondisi kemarau dan cuaca yang relatif kering. Asap terlihat mengepul di sejumlah titik, sementara upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api meluas ke kawasan lain.

Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi kebakaran sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan. Kehadiran Bupati menjadi bentuk respons pemerintah daerah terhadap situasi yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat dan merusak lingkungan.

Thaher meminta petugas terkait tidak mengendurkan penanganan sebelum titik-titik api benar-benar dapat dikendalikan. Kondisi vegetasi yang kering, ditambah cuaca kemarau, dinilai dapat membuat api cepat menjalar apabila tidak segera ditangani.

Bupati juga menyampaikan peringatan tegas kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama selama musim kemarau.

 “Jangan membakar hutan atau lahan di musim kemarau. Kondisi seperti ini sangat mudah menyebabkan api menyebar dan dapat membahayakan lingkungan maupun masyarakat,” tegas Thaher."Minggu 16/8/26

Untuk mendukung percepatan pemadaman, pemerintah daerah mengerahkan dan membiayai sejumlah mobil tangki air umum guna membantu armada Pemadam Kebakaran (Damkar) memenuhi kebutuhan air di lokasi kejadian.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kemampuan petugas di lapangan, khususnya dalam menghadapi kebakaran yang membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan.

Bupati menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, Damkar, atau petugas lapangan. Kesadaran masyarakat menjadi garis pertahanan pertama untuk mencegah kebakaran meluas.

Karena itu, warga diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.

Pemerintah daerah juga mengingatkan bahwa kebakaran lahan bukan sekadar persoalan asap dan api. Jika tidak dikendalikan sejak awal, dampaknya dapat meluas terhadap keselamatan warga, kualitas lingkungan, aktivitas masyarakat, hingga akses transportasi di sekitar lokasi terdampak.

Thaher meminta seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

  “Musim kemarau membutuhkan kewaspadaan kita semua. Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan kebakaran yang lebih besar,” pungkasnya.»

Dengan kondisi cuaca yang masih kering, pemerintah daerah meminta masyarakat tidak mengambil risiko dengan membakar lahan. Mencegah api sejak awal jauh lebih penting daripada harus menghadapi kebakaran yang sudah meluas.

Editor: Bruce Elang