KEKACAUAN DISTRIBUSI LPG DI MIMIKA TAK TERKENDALI, WARGA SEMAKIN TERTEKAN

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 01 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

KEKACAUAN DISTRIBUSI LPG DI MIMIKA TAK TERKENDALI, WARGA SEMAKIN TERTEKAN

KEKACAUAN DISTRIBUSI LPG DI MIMIKA TAK TERKENDALI, WARGA SEMAKIN TERTEKAN

Mimika —Tribunnusantara-web.id Kelangkaan LPG kembali menghantam Kabupaten Mimika dan memicu kemarahan serta keresahan warga. Kondisi yang sudah berlangsung hampir dua bulan ini menunjukkan bahwa sistem distribusi gas bersubsidi tersebut dinilai gagal total dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat.

Di lapangan, warga harus mengantre berjam-jam di agen dan pangkalan, namun hasilnya sering kali nihil. Banyak masyarakat mengaku sudah berulang kali mendatangi lokasi distribusi di wilayah Nawaripi hingga SP2, tetapi tetap tidak mendapatkan jatah LPG.01/05/2026

“Kami sudah bolak-balik, antre dari pagi, tapi selalu kehabisan. Ini sudah berlangsung lama dan tidak ada kepastian,” keluh salah satu warga yang terdampak.

Kondisi ini memperkuat dugaan adanya ketidakteraturan dalam sistem distribusi, bahkan memunculkan kecurigaan adanya penahanan atau penyaluran yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hingga kini, tidak ada penjelasan terbuka yang mampu meredakan keresahan publik.

 

Ironisnya, meski pemerintah daerah sebelumnya menyatakan bahwa pasokan akan kembali normal, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Krisis justru terus berlanjut tanpa solusi konkret yang dirasakan masyarakat.

Sikap pengelola distribusi yang enggan memberikan keterangan kepada media juga semakin memperburuk situasi. Upaya klarifikasi disebut kerap diabaikan dengan alasan internal, sehingga menambah ketidakpercayaan publik terhadap transparansi pengelolaan LPG.

Warga menilai kondisi ini tidak bisa lagi dibiarkan. Pemerintah daerah dan pihak terkait diminta segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi LPG di Mimika, mulai dari pasokan hingga tingkat agen.

Jika tidak ada langkah tegas dalam waktu dekat, krisis ini dikhawatirkan akan semakin meluas dan mengganggu aktivitas rumah tangga maupun usaha kecil yang sangat bergantung pada LPG sebagai kebutuhan utama."pungkasnya.

(JF)