KELUARGA KORBAN PEMBUNUHAN SP3 DESAK POLISI SEGERA UNGKAP PELAKU
Tribun-nusantara.web.id.
DPRK Mimika Soroti Minimnya Informasi Kasus, Keluarga Ancam Blokade Jalan Jika Pelaku Tak Segera Terungkap
TIMIKA, PAPUA TENGAH — Keluarga dua pelajar yang ditemukan meninggal dunia di sebuah bengkel mobil di kawasan SP3, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendesak Kepolisian Resor Mimika segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pihak yang bertanggung jawab.
Kedua korban, Nomison Genongga dan Tardius Kogoya, merupakan pelajar SMK Negeri 1 Kuala Kencana yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) ketika tragedi tersebut terjadi.
Hingga kini, keluarga korban mengaku masih menunggu kepastian mengenai perkembangan penyelidikan, termasuk siapa pelaku dan apa motif di balik kematian kedua korban.
Desakan tersebut turut disampaikan Matius Uwe Yanengga, anggota DPRK Kabupaten Mimika. Ia mempertanyakan perkembangan penanganan perkara karena, menurutnya, keluarga korban belum memperoleh informasi yang dianggap memadai mengenai proses pengungkapan kasus tersebut.
«“Sampai saat ini kami belum mendengar kepastian tentang kasus pembunuhan anak kami. Sebenarnya ada apa di balik pembunuhan ini? Keluarga sampai sekarang belum mendapatkan informasi yang jelas,” ujar Yanengga.»
Menurut Yanengga, aparat kepolisian harus bekerja secara profesional, transparan, dan serius dalam mengungkap kasus tersebut. Ia menilai keluarga berhak mendapatkan informasi mengenai perkembangan proses hukum, sepanjang tidak mengganggu kepentingan penyidikan.
KELUARGA MINTA PELAKU SEGERA DIUNGKAP
Keluarga korban berharap penyidik dapat segera menemukan titik terang, mengungkap rangkaian kejadian, serta membawa pihak yang bertanggung jawab ke proses hukum.
Keluarga juga meminta agar penyelidikan tidak berhenti pada pemeriksaan awal, tetapi dilakukan secara menyeluruh dengan mengungkap kemungkinan motif, alat bukti, serta pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut.
Bagi keluarga, pengungkapan kasus bukan hanya persoalan menemukan pelaku, tetapi juga menjadi bagian penting untuk mendapatkan keadilan bagi kedua korban.
ANCAM BLOKADE JALAN SP3
Di tengah ketidakpastian yang dirasakan keluarga, muncul ancaman untuk melakukan pemblokiran jalan di kawasan SP3 apabila kasus tersebut tidak segera terungkap.
Keluarga menyatakan mereka akan membuka kembali akses jalan setelah pihak yang bertanggung jawab atas kematian kedua korban berhasil ditemukan.
Namun, rencana pemblokiran tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan. Karena itu, penyelesaian melalui jalur hukum dan komunikasi antara keluarga, pemerintah, serta kepolisian menjadi penting agar tuntutan keadilan tidak berkembang menjadi konflik baru.
Yanengga menegaskan bahwa keluarga menginginkan kepastian hukum dan meminta aparat mengambil langkah nyata dalam menangani perkara tersebut.
«“Kalau kasus ini belum terungkap, keluarga mengatakan akan melakukan blokade jalan SP3 sampai pelaku ditemukan. Kami berharap kepolisian segera bertindak dan menyelesaikan kasus ini secara profesional,” katanya.»
PUBLIK MENUNGGU KEPASTIAN
Kasus kematian dua pelajar tersebut kini menjadi perhatian keluarga, masyarakat, dan lingkungan pendidikan di Mimika.
Publik menunggu penjelasan resmi dari kepolisian mengenai perkembangan penyidikan, sementara keluarga korban berharap tidak ada ruang bagi spekulasi dan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Keluarga meminta keadilan. Masyarakat menunggu kepastian. Dan aparat penegak hukum diharapkan mengungkap kasus ini berdasarkan bukti serta proses hukum yang transparan dan profesional.
Siapa pelaku dan apa motif di balik kematian kedua pelajar tersebut? Jawaban atas pertanyaan itu kini menjadi harapan terbesar keluarga korban.
Catatan: identitas pelaku dan motif pembunuhan belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum diumumkan secara resmi oleh penyidik.
Penulis:M.G.FAKAUBUN








































Komentar via Facebook