Keluarga Pasien Keluhkan Minimnya Kontrol Dokter Pasca Operasi di RSUD Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara, Meski Pelayanan Perawat Dinilai Baik.

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 12 Januari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Keluarga Pasien Keluhkan Minimnya Kontrol Dokter Pasca Operasi di RSUD Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara, Meski Pelayanan Perawat Dinilai Baik.

Keluarga Pasien Keluhkan Minimnya Kontrol Dokter Pasca Operasi di RSUD Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara, Meski Pelayanan Perawat Dinilai Baik.

 

Langgur, Tribunnusantara-web.id Keluarga pasien atas nama Rafael Justin Toffy mengeluhkan minimnya kontrol dokter pasca operasi yang dijalani di Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara. Keluhan ini disampaikan karena kondisi luka operasi pasien masih terus mengalami pendarahan, meskipun pelayanan perawat dinilai sudah cukup baik.12/01/2026.

Menurut keterangan pihak keluarga, Bahwa sejak pasien menjalani tindakan operasi yang dilakukan oleh Dokter Gregorius Harbel pada Rabu, 31 Desember 2025, pelayanan perawat di RSUD Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara dinilai optimal.

Petugas keperawatan secara rutin melakukan pemantauan kondisi pasien pada pagi, siang, sore hingga malam hari dan elayanan perawat itu bagus, pagi, siang, malam selalu datang kontrol,” ungkap Anthia Maria Fautngilyanan, selaku OMA dari pasien, Sabtu.

Namun demikian, keluarga mengaku khawatir karena selama kurang lebih dua minggu pasca operasi, dokter yang melakukan tindakan operasi sebut baru satu kali melakukan kunjungan kontrol Pemeriksaan tersebut.

Menurut keluarga, hanya dilakukan secara visual dari luar tanpa membuka dan memeriksa langsung kondisi luka bagian dalam.

“Kami khawatir karena luka masih berdarah terus. Dokter hanya lihat dari luar, tidak buka luka di dalam. Padahal di bagian tengah luka ada bolong dan keluar darah,” jelas pihak keluarga."ujar keluarga pasien.

Kondisi pasien sempat memburuk pada Jumat lalu. Pasien dilaporkan mengalami muntah cukup banyak dan terlihat pucat, sehingga membuat keluarga panik dan segera meminta agar dokter datang untuk memeriksa langsung kondisi pasien.

“Kami takut jangan sampai terjadi apa-apa.Karna pasien muntah banyak dan wajahnya pucat. Akhirnya kami minta supaya dokter datang lihat langsung,” tambahnya.

Setelah dilakukan koordinasi, dokter lain akhirnya datang untuk membuka perban dan mengganti obat. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui terdapat lubang di bagian tengah luka operasi yang masih mengeluarkan darah sehingga membuat keluarga panik.

Keluarga menegaskan bahwa mereka tidak mempermasalahkan pelayanan perawat yang selama ini dinilai sudah maksimal. Namun, keluarga berharap agar bisa keterlibatan dokter khususnya yang melakukan tindakan operasi, dapat lebih dioptimalkan dalam memantau kondisi pasien pasca operasi.

“Kami hanya berharap dokter yang menangani operasi bisa lebih sering datang melihat kondisi luka ini, Supaya keluarga juga bisa tenang dan tahu bagaimana perkembangan pasien,” tuturnya.

Keluarga juga mengakui bahwa salah satu dokter yang rutin memantau pasien, namun diketahui dirinya sedang berhalangan hadir dalam beberapa hari terakhir ini karena urusan pribadi. Meski demikian, keluarga berharap pengawasan medis tetap berjalan secara optimal, mengingat kondisi kesehatan pasien yang masih rentan.

“Harapan kami cuma satu, yaitu agar bisa penanganan khusu terhadap adik kami supaya bisa dapat dipulihkan kembali, Karena ini tentang demi kesehatan dan keselamatan,”tutup keluarga pasien.

 

" Evav"