KEPALA DINAS KESEHATAN MBD IMBAU MASYARAKAT TIDAK TERPROVOKASI, KLARIFIKASI KRONOLOGI PERAWATAN ALMARHUM ETUS RUMPOPOI DI PUSKESMAS BEBAR KUMUR
TIAKUR, MALUKU BARAT DAYA TribunNusantara-web.id. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Barat Daya, M. Rahakbauw, A.MK, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Bapak Etus Rumpopoi, warga Bebar Timur yang sempat dirawat di Puskesmas Bebar Kumur.
Ditemui wartawan TribunNusantara pada Kamis, 11 Desember 2025, Rahakbauw menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan (Nakes) dan dokter di Kabupaten MBD selalu bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meskipun bekerja dalam keterbatasan fasilitas.
Kami para tenaga kesehatan adalah manusia biasa. Kami bertugas melayani sepenuh hati, namun tentu tidak luput dari kekurangan. Karena itu kami memohon kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak benar, terutama yang beredar di media sosial. Kebenaran harus disampaikan apa adanya,” ujar Rahakbauw.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi sejumlah unggahan di Facebook maupun media massa yang menyebut adanya dugaan kelalaian pelayanan medis di Puskesmas Bebar Kumur. Untuk memastikan fakta yang sebenarnya, Dinas Kesehatan telah melakukan konfirmasi langsung kepada dr. Cicik Mey Setyowati dan tenaga medis yang bertugas.
KRONOLOGI PENANGANAN PASIEN
25 November 2025 (Pukul 00.30 WIT)
Pasien datang dalam kondisi tidak sadar dan tercium bau minuman keras cukup kuat.
Luka di siku tangan kiri sangat dalam hingga tampak tulang, dengan perdarahan hebat akibat putusnya pembuluh darah.
Dokter memberikan tindakan darurat dan melakukan penjahitan sekitar 50 jahitan di rumah Kepala Desa karena listrik puskesmas padam.
Di tengah tindakan, pasien muntah dan mengenai dokter.
Dokter menyarankan pasien tinggal di Kumur minimal 1 minggu serta mengonsumsi putih telur 10 butir per hari dan susu tinggi protein, demi mempercepat proses pemulihan.
Jadwal kontrol ditetapkan pada 27 November 2025.
27 November 2025 (Pukul 18.00 WIT)
Pasien kontrol ke rumah dinas dokter karena puskesmas sudah tutup pukul 13.00 WIT.
Dokter mengganti perban dengan penerangan seadanya menggunakan senter HP.
Luka tampak baik, tidak ada perdarahan, dan pasien diberikan obat.Selanjutnya pasien dijadwalkan kontrol pada 29 November 2025.
29 November 2025
Pasien kembali kontrol. Luka terlihat baik tanpa nanah maupun perdarahan.Dokter memberikan obat dan menjadwalkan kontrol ulang pada 2 Desember 2025.
3 Desember 2025
Pasien datang terlambat dari jadwal yang telah ditentukan dan tidak mengikuti saran dokter untuk tinggal di Kumur.
Pasien kehabisan obat dan tidak minum obat pada hari sebelumnya.
Luka kembali mengeluarkan darah cukup banyak. Pasien dirawat di puskesmas, diberikan infus dan obat penghenti perdarahan. Makanan yang diberikan keluarga tidak sesuai anjuran dokter (tanpa telur dan susu).
Karena puskesmas bukan fasilitas rawat inap dan tidak memiliki listrik, air bersih, maupun toilet, pasien harus pulang setelah jam operasional selesai. 4 Desember 2025
Pukul 05.00 WIT, keluarga mendatangi rumah dinas dokter untuk meminta pemasangan infus. Dokter menghubungi mantri untuk mengambil cairan infus di puskesmas.
Pukul 07.00 WIT, infus pertama berhasil dipasang. Ketika hendak memasang infus kedua, pasien mengalami kejang dan sesak napas.
Karena tidak tersedia listrik, puskesmas tidak memiliki fasilitas oksigen. Pasien kehilangan banyak darah dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
IMBAUAN DINAS KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT
Kepala Dinas Kesehatan MBD mengajak seluruh masyarakat untuk:
1. Tidak mudah percaya dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terutama di media sosial.
2. Mengapresiasi kerja keras para tenaga kesehatan yang terus melayani meski dengan fasilitas terbatas.
3. Mematuhi seluruh anjuran dokter, khususnya pada kasus luka berat yang memerlukan pemantauan intensif.
Kami berduka atas kepergian almarhum. Jika masih terdapat kekurangan dalam pelayanan, kami mohon maaf. Namun penting bagi kita semua melihat fakta apa adanya agar tidak merugikan tenaga kesehatan yang sudah bekerja siang malam,” tegas Rahakbauw.
Dinas Kesehatan MBD berkomitmen memperjuangkan peningkatan layanan kesehatan, termasuk penyediaan listrik, air bersih, dan fasilitas dasar bagi puskesmas di wilayah terpencil.
DUKUNGAN MASYARAKAT UNTUK NAKES DAN DOKTER DI PUSKESMAS BEBAR KUMUR
Sejumlah Kepala Desa dan warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan dukungan penuh kepada tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Bebar Kumur.
Mereka menilai pelayanan para Nakes dan dokter selama ini sangat baik, dekat dengan masyarakat, dan bekerja dengan sepenuh hati.
Kami masyarakat Bebar Timur sangat berterima kasih. Para Nakes dan dokter sudah melayani kami dengan penuh kepedulian. Tetaplah melayani, kami sangat membutuhkan kehadiran kalian,” demikian kesaksian beberapa warga.
(KAREL.)








































Komentar via Facebook