KETUA GOLKAR MALUKU: KEKUATAN PARTAI BUKAN HANYA STRUKTUR, TAPI KEPERCAYAAN RAKYAT

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 18 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

KETUA GOLKAR MALUKU: KEKUATAN PARTAI BUKAN HANYA STRUKTUR, TAPI KEPERCAYAAN RAKYAT

Tiakur - MALUKU BARAT DAYA - TRIBUN NUSANTARA – /Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Ali Lessy, menegaskan pentingnya kebersamaan, konsolidasi organisasi hingga ke tingkat desa, serta kerja nyata sebagai fondasi Partai Golkar dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Umar Ali Lessy saat memberikan sambutan pada Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) di Gedung Serbaguna Tiakur, Kamis (17/9/2026).

Musda IV Golkar MBD mengusung tema “Golkar Bangkit, Berkarya di Bumi Kalwedo” dan menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal organisasi serta penataan arah kepemimpinan Partai Golkar di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Dalam sambutannya, Umar menegaskan bahwa perjalanan Partai Golkar tidak terlepas dari sejarah panjang perjuangan dan pengabdian kepada bangsa.

Ia mengatakan Golkar tidak dibangun hanya dengan retorika politik, tetapi melalui karya dan kerja nyata yang mampu melahirkan kepercayaan masyarakat.

«“Golkar bukan sekadar organisasi politik. Ia adalah gerakan karya. Kita tidak dibesarkan oleh retorika, tetapi oleh kerja nyata. Kita tidak berdiri karena sorak-sorai, tetapi karena kepercayaan rakyat.”»

Menurut Umar, prinsip tersebut harus terus menjadi pegangan seluruh kader Golkar, termasuk di Kabupaten Maluku Barat Daya.

-KONSOLIDASI HARUS MENYENTUH DESA

Umar mengatakan tantangan politik dan pembangunan ke depan membutuhkan organisasi yang semakin solid dan dekat dengan masyarakat.

Karena itu, konsolidasi tidak boleh berhenti pada struktur kepengurusan di tingkat kabupaten maupun kecamatan, tetapi harus benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke desa-desa.

«“Jika kita ingin melangkah lebih jauh, maka kita harus memperkuat akar. Konsolidasi organisasi harus menyentuh hingga ke desa-desa. Kaderisasi harus melahirkan figur-figur yang dekat dengan rakyat.”»

Ia menegaskan, keberadaan kader Golkar harus dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika momentum pemilihan umum berlangsung.

Bagi Umar, ukuran keberhasilan organisasi bukan semata-mata jumlah kursi politik yang diperoleh, tetapi juga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kader dan kerja organisasi.

«“Karena kemenangan sejati bukan sekadar jumlah kursi, tetapi besarnya kepercayaan rakyat.”»

-GOLKAR DI TENGAH PERUBAHAN GLOBAL

Dalam sambutannya, Umar juga menyoroti berbagai perubahan yang tengah berlangsung di tingkat global.

Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, perkembangan teknologi serta berbagai perubahan strategis dinilai menjadi tantangan yang harus dihadapi Indonesia dengan sikap tenang, tetapi tetap waspada dan adaptif.

Dalam situasi tersebut, Umar menekankan pentingnya kontribusi partai politik dalam mendukung ketahanan nasional dan pembangunan.

Ia juga menyinggung pentingnya komunikasi serta diplomasi strategis dengan berbagai pihak dalam menghadapi tantangan nasional, termasuk berkaitan dengan ketahanan energi.

Pesan tersebut menempatkan kerja politik bukan hanya sebagai aktivitas elektoral, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian dan kontribusi terhadap kepentingan masyarakat serta bangsa.

-KALWEDO JADI KEKUATAN PERSATUAN

Salah satu bagian penting dalam sambutan Umar adalah penekanannya terhadap filosofi Kalwedo sebagai nilai kehidupan masyarakat Maluku Barat Daya.

Menurutnya, Kalwedo mengandung semangat hidup rukun, saling menghormati, saling membantu dan menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.

Nilai tersebut, kata Umar, memiliki relevansi dengan semangat Partai Golkar dalam membangun kebersamaan dan memperkuat persatuan kader.

Ia juga mengangkat sejumlah kearifan lokal masyarakat MBD yang mencerminkan semangat gotong royong.

Di antaranya tradisi Limuk Limor Kweunun Kweamam di Pulau Masela serta tradisi Poliwu Moa dan Roson di Pulau Kisar.

Berbagai tradisi tersebut dinilai memperlihatkan bahwa masyarakat MBD memiliki kekuatan sosial yang dibangun melalui kebersamaan.

«“Persoalan besar tidak dapat diselesaikan seorang diri.”»

Bagi Umar, semangat tersebut harus menjadi inspirasi bagi kader Golkar untuk bekerja bersama masyarakat dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah.

-UMAR: RAPATKAN BARISAN, PERKUAT PERSATUAN

Menutup sambutannya, Umar mengajak seluruh kader Partai Golkar di Kabupaten Maluku Barat Daya untuk merapikan barisan dan memperkuat persatuan setelah seluruh rangkaian Musda berlangsung.

Ia berharap Partai Golkar dapat menjadi rumah bersama bagi kader sekaligus organisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

«“Mari kita rapikan barisan, perkuat persatuan, dan teguhkan langkah. Jadikan Golkar sebagai rumah yang hangat bagi rakyat, sekaligus kekuatan yang bekerja tanpa lelah.”»

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Musda IV tidak hanya berkaitan dengan proses pergantian atau penetapan kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan meneguhkan kembali komitmen kader terhadap masyarakat.

Musda IV DPD II Partai Golkar MBD sendiri berlangsung di tengah proses konsolidasi organisasi. Sebelum pelaksanaan Musda, dua nama, Johand Alexius Mose dan Desianus Odie Orno, tercatat mengikuti proses penjaringan bakal calon Ketua DPD II Partai Golkar MBD.

Dengan semangat “Golkar Bangkit, Berkarya di Bumi Kalwedo”, Musda IV diharapkan menjadi titik penguatan organisasi dan kebersamaan kader untuk menghadirkan kerja nyata bagi masyarakat Maluku Barat Daya.

Golkar bangkit, berkarya untuk kemajuan bangsa.

Twitter "Cc""