Ketua KNPI Malra Tegas: Bupati Cup Bukan Arena Adu Emosi, Sportivitas dan Keamanan Wajib Dijaga

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 09 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ketua KNPI Malra Tegas: Bupati Cup Bukan Arena Adu Emosi, Sportivitas dan Keamanan Wajib Dijaga

Ketua KNPI Malra Tegas: Bupati Cup Bukan Arena Adu Emosi, Sportivitas dan Keamanan Wajib Dijaga

MALUKU TENGGARA Tribunnusantara-web.id — Gelaran Bupati Cup Maluku Tenggara diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan persatuan masyarakat. Ketua DPD KNPI Kabupaten Maluku Tenggara, Kace E Ubro, S.Pd., M.Si., menyerukan agar seluruh pemain, official, suporter, dan masyarakat yang terlibat benar-benar menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung.

Kace menegaskan, semangat kompetisi tidak boleh berubah menjadi pertikaian. Lapangan pertandingan harus menjadi tempat menunjukkan kemampuan dan prestasi, bukan ruang untuk melampiaskan emosi, provokasi, ataupun tindakan yang dapat mengganggu keamanan.

  “Saya mengajak seluruh pemain untuk bertanding secara sportif. Jangan hanya mengejar kemenangan, tetapi jadikan Bupati Cup ini sebagai momentum mempererat kekeluargaan, persahabatan dan kekompakan masyarakat Maluku Tenggara,” ujar Kace E Ubro.

Menang Boleh, Emosi Jangan Lepas Kendali

Menurut Kace, perbedaan dukungan terhadap tim merupakan hal biasa dalam sebuah kompetisi. Namun, fanatisme harus tetap berada dalam batas kewajaran.

Ia meminta para pemain menghormati keputusan wasit, mematuhi ketentuan pertandingan, menjaga sikap terhadap lawan, serta menghindari tindakan yang dapat memicu keributan.

“Menang dan kalah adalah bagian dari olahraga. Jangan karena ingin menang, kita kemudian kehilangan persaudaraan. Hormati wasit, hormati lawan dan patuhi aturan pertandingan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan official dan tim agar mampu mengendalikan pemain maupun pendukung masing-masing ketika terjadi situasi panas di lapangan.

Suporter Jangan Jadi Pemicu Keributan

Tak hanya pemain, Kace memberikan perhatian khusus kepada penonton dan suporter.

Menurutnya, dukungan dari tribun merupakan bagian penting dalam sebuah pertandingan. Namun dukungan tersebut harus diberikan secara positif dan tidak berubah menjadi teriakan provokatif, penghinaan, pelemparan benda, perkelahian, maupun tindakan lain yang dapat mengganggu jalannya pertandingan.

   “Bukan hanya pemain yang harus sportif. Penonton dan suporter juga wajib menjaga sikap. Dukung tim kebanggaan dengan cara yang sehat, tertib dan bermartabat. Jangan sampai pertandingan olahraga justru menjadi sumber masalah,” katanya.

Aturan Harus Dihormati, Keamanan Jangan Diabaikan

Kace menekankan bahwa kesuksesan Bupati Cup tidak hanya diukur dari lancarnya pertandingan, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga ketertiban dan keamanan.

Karena itu, ia mengajak panitia, perangkat keamanan, wasit, official, pemain, suporter dan masyarakat untuk menjalankan peran masing-masing secara bertanggung jawab.

Beberapa prinsip yang perlu dijaga selama pertandingan antara lain:

Mematuhi seluruh aturan pertandingan yang ditetapkan panitia dan perangkat pertandingan.

Menghormati keputusan wasit dan tidak melakukan intimidasi.

Tidak melakukan provokasi, penghinaan, ancaman atau kekerasan.

Menjaga ketertiban di dalam maupun di sekitar lokasi pertandingan.

Suporter memberikan dukungan secara positif tanpa memancing konflik.

Setiap persoalan diselesaikan melalui panitia atau mekanisme resmi, bukan dengan tindakan sendiri.

Pemain, official dan penonton bersama-sama menjaga fasilitas pertandingan.

Mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh peserta serta masyarakat.

Kace berharap apabila terjadi perselisihan selama pertandingan, semua pihak dapat menahan diri dan menyerahkan penyelesaiannya kepada panitia serta perangkat pertandingan sesuai ketentuan yang berlaku.

Juara Berganti, Persaudaraan Jangan Hilang

Lebih jauh, Kace mengatakan Bupati Cup harus meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Maluku Tenggara. Menurutnya, piala dan gelar juara pada akhirnya akan berganti tangan, tetapi hubungan persaudaraan antarpemain dan masyarakat harus tetap terjaga.

  “Jangan hanya dilihat dari siapa yang juara. Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga kekeluargaan, persahabatan dan kekompakan. Juara akan berganti, tetapi persaudaraan kita sebagai orang Maluku Tenggara harus tetap kuat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pelaksanaan Bupati Cup. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus mempererat hubungan antarkecamatan, antardesa/ohoi dan antarkomunitas.

Kace berharap seluruh pertandingan dapat berlangsung meriah, aman dan tertib tanpa menghilangkan nilai fair play.

   “Mari kita sukseskan Bupati Cup ini bersama-sama. Bertanding dengan semangat, menang dengan sportif, kalah dengan terhormat, dan setelah pertandingan selesai kita tetap menjadi saudara,” tutupnya.

DPD KNPI Maluku Tenggara pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan olahraga sebagai jembatan persatuan, bukan sumber perpecahan.

Pesan tegasnya sederhana: pertandingan boleh keras, persaingan boleh sengit, tetapi keamanan, sportivitas dan persaudaraan tidak boleh dikorbankan.

Editor : Bruce Elang