Ketua Komite SD 12 Pangkalan Batu Tersisih, Suhardi Angkat Suara
Ketapang, TribunNusantara.web.id | Suhardi, Ketua Komite SD Negeri 12 Pangkalan Batu, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, akhirnya angkat bicara setelah merasa perannya diabaikan oleh pihak sekolah.
Sejak dipercaya menjadi ketua komite pada 2023, ia mengaku tidak pernah sekali pun dilibatkan dalam kegiatan maupun rapat terkait program sekolah.
“Selama tiga tahun terakhir, apa pun kegiatan sekolah—apalagi yang berkaitan dengan pembangunan—tidak pernah disampaikan kepada saya. Bahkan kabarnya dana BOS sudah dicairkan sampai tiga kali, tapi saya tidak tahu apa saja yang sudah dipergunakan,” ujar Suhardi kepada Tribun Nusantara, Selasa pekan ini.
Suhardi menambahkan, komunikasi dengan Kepala Sekolah Ruslan, S.Pd, nyaris tidak berjalan.
“Beliau jarang ada di tempat, jadi sulit diajak berdiskusi. Tidak hanya saya sebagai komite, para orang tua murid pun mengeluhkan hal yang sama,” katanya.
Ia berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang turun tangan meninjau langsung kondisi SD Negeri 12 Pangkalan Batu.
Menurutnya, sekolah tersebut menghadapi kekurangan guru hingga empat orang, sementara transparansi penggunaan dana BOS maupun BIP perlu mendapat perhatian serius.
Sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025, dana BOS atau BOSP seharusnya dikelola melalui penyusunan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) secara transparan.
Dana ini dialokasikan untuk sejumlah komponen, mulai dari pembelian buku minimal 10 persen, pemeliharaan sarana-prasarana maksimal 20 persen, hingga honor tenaga non-ASN sebesar 20 persen untuk sekolah negeri dan 40 persen bagi sekolah swasta.
“Sekolah ini milik bersama. Komite seharusnya menjadi mitra strategis, bukan hanya sekadar nama tanpa peran,” tegas Suhardi.
Witter (Udin/Yohanes)








































Komentar via Facebook