KETUA PCNU MALUKU TENGGARA: GP ANSOR HARUS JADI PENJAGA NKRI, PENJAGA ADAT, DAN LAWAN RADIKALISME
KETUA PCNU MALUKU TENGGARA: GP ANSOR HARUS JADI PENJAGA NKRI, PENJAGA ADAT, DAN LAWAN RADIKALISME
Maluku Tenggara Tribunnusantara-web.id — Ketua PCNU Kabupaten Maluku Tenggara, Ahmad Daharusun, menegaskan bahwa Gerakan Pemuda Ansor bukan sekadar organisasi seremonial atau kendaraan mencari jabatan, melainkan benteng perjuangan umat, penjaga persatuan bangsa, sekaligus pelindung nilai-nilai adat dan kearifan lokal di Maluku Tenggara.
Hal itu disampaikan Ahmad Daharusun dalam sambutannya pada kegiatan pelantikan dan Diklat GP Ansor Kabupaten Maluku Tenggara yang berlangsung penuh semangat dan nuansa kebangsaan.
“GP Ansor bukan organisasi untuk mencari jabatan, tapi wadah berhikmah kepada umat dan bangsa. Di pundak kalian estafet perjuangan para pendahulu dititipkan,” tegasnya.20/05/2026
Dalam sambutannya, Ahmad Daharusun juga memberikan apresiasi khusus kepada Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Maluku yang hadir bersama rombongan besar ke Maluku Tenggara sebagai bentuk kecintaan terhadap organisasi dan warga Nahdliyin di daerah.
Ia menyebut kegiatan pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum meneguhkan kembali komitmen kader Nahdlatul Ulama dalam menjaga agama, bangsa, dan adat istiadat di bumi Larvul Ngabal.
“Kehadiran kita bukan hanya menjaga agama dan bangsa, tetapi juga menjaga adat istiadat yang ada di negeri ini,” ujarnya.
Menurutnya, prinsip perjuangan Nahdlatul Ulama sangat sederhana namun mendalam, yakni memandang seluruh manusia sebagai saudara tanpa membedakan latar belakang.
“Setiap orang yang menghirup udara adalah saudara kita,” katanya disambut tepuk tangan kader Ansor dan Banser.
Ia menegaskan bahwa konsep perjuangan jam’iyah Nahdlatul Ulama berpijak pada tiga hubungan utama, yakni hubungan kemanusiaan, hubungan kebangsaan, dan hubungan keislaman yang harus dijaga secara seimbang.
Dalam konteks itu, GP Ansor dan Banser disebut memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan, mendukung pemerintah, serta memastikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah tetap hidup di tengah masyarakat.
Ahmad Daharusun juga mengingatkan kader Ansor agar tidak memberi ruang bagi radikalisme dan intoleransi di Maluku Tenggara.
“Sekali lagi saya tegaskan, jangan beri ruang bagi radikalisme dan intoleransi. Karena itu tugas utama warga Nahdliyin,” katanya dengan nada tegas.
Ia menilai penguatan kaderisasi menjadi langkah penting dalam mencetak generasi Ansor yang kuat secara intelektual sekaligus matang secara spiritual. Menurutnya, kader Ansor tidak cukup hanya pintar secara akademik, tetapi juga harus memiliki akhlak dan spiritualitas yang kokoh.
“Dalam mendidik kader, intelektual dan spiritual harus berjalan seiring. Itu ciri khas Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.
Ahmad Daharusun turut memberikan apresiasi kepada pengurus GP Ansor Kabupaten Maluku Tenggara yang langsung menggelar kaderisasi usai pelantikan sebagai bentuk keseriusan membangun organisasi yang kuat dan berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh kader GP Ansor, Banser, Fatayat, IPNU, serta seluruh elemen Nahdliyin untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah demi menjaga persatuan dan membangun Maluku Tenggara yang damai dan bermartabat.
“Saya yakin dengan semangat persaudaraan dan budaya meren, GP Ansor Kabupaten Maluku Tenggara akan semakin maju, bermanfaat, dan disegani,” tutupnya.
Editor : Bruce Elang








































Komentar via Facebook