Ketua Pemuda Muslim Mimika Kecam Dugaan Rasisme di Tubuh PHBI, Desak Bupati Segera Evaluasi Pengurus

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 29 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ketua Pemuda Muslim Mimika Kecam Dugaan Rasisme di Tubuh PHBI, Desak Bupati Segera Evaluasi Pengurus

Ketua Pemuda Muslim Mimika Kecam Dugaan Rasisme di Tubuh PHBI, Desak Bupati Segera Evaluasi Pengurus

MIMIKA Tribunnusantara-web.id — Ketua Pemuda Muslim Mimika mengecam keras dugaan tindakan rasisme yang dilakukan oleh Sekretaris Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika terhadap sesama anggota PHBI.

Tindakan tersebut dinilai mencederai nilai persaudaraan, toleransi, dan semangat kebhinekaan yang selama ini hidup dan dijaga oleh masyarakat Mimika yang dikenal majemuk.30/05/2026

Pemuda Muslim Mimika menilai perilaku diskriminatif tidak boleh mendapat ruang dalam organisasi keagamaan, terlebih lembaga yang membawa nama umat dan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi persamaan derajat manusia tanpa membedakan suku, ras, maupun golongan.

“Ini sangat disayangkan. PHBI seharusnya menjadi simbol persatuan umat, bukan justru menjadi tempat lahirnya sikap rasis dan perpecahan,” tegas perwakilan Pemuda Muslim Mimika.

Atas persoalan tersebut, Pemuda Muslim Mimika mendesak Bupati Mimika segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan PHBI Kabupaten Mimika.

Mereka menilai langkah tegas perlu diambil untuk menjaga marwah organisasi keagamaan agar tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh umat Islam di Mimika.

“Kami meminta Bupati Mimika segera mengevaluasi dan mengganti kepengurusan PHBI jika benar ada tindakan rasis yang terjadi di internal organisasi,” ujarnya.

Menurut Pemuda Muslim Mimika, pembiaran terhadap dugaan tindakan rasis berpotensi merusak keharmonisan antarumat serta memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

Karena itu, mereka meminta Pemerintah Kabupaten Mimika bersikap terbuka, objektif, dan transparan dalam menyikapi persoalan tersebut agar tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas.

“Kami ingin PHBI tetap menjadi wadah pemersatu umat. Tidak boleh ada penghinaan, diskriminasi, ataupun perlakuan rasis terhadap siapa pun,” katanya.

Selain mendesak pergantian pengurus, Pemuda Muslim Mimika juga mendorong adanya pembenahan internal organisasi, termasuk pembinaan etika, toleransi, dan penguatan nilai persaudaraan bagi seluruh pengurus PHBI.

Mereka berharap persoalan tersebut menjadi pelajaran penting agar organisasi keagamaan di Mimika tetap menjaga semangat persatuan, menghormati keberagaman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

(Redaksi Tribunnusantara)