Ketua PWI Maluku Tenggara: Sambutan Hangat di Pasar Mardika Menampar Narasi Penolakan Wapres Gibran
Langgur, TribunNusantara.web.id | Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Maluku Tenggara, Agustinus B. Rahakbauw yang akrab di sapa Obama menilai kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Maluku bukan hanya agenda kerja biasa, melainkan momen yang menyingkap wajah asli masyarakat: hangat, terbuka, dan penuh harapan.
“Fakta di lapangan menelanjangi narasi penolakan itu,” ujar Agustinus di Langgur, Selasa (14/10/2025).
“Segelintir orang yang menolak kedatangan Wapres dengan mengatasnamakan masyarakat Maluku jelas tak mewakili suara rakyat.”
Menurutnya, pemandangan di Pasar Mardika, Ambon, menjadi bukti yang tak terbantahkan. Ribuan warga berdesakan menyambut Gibran, mengulurkan tangan, melambaikan senyum, dan meneriakkan sapaan penuh keakraban.
“Suasana di Pasar Mardika itu bukan sekadar ramai — itu hangat, penuh cinta,” kata Agustinus.
“Masyarakat menyambut Mas Gibran dengan tulus, dan itu adalah ekspresi kasih orang Maluku.”
Bagi Agustinus, sambutan tersebut mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap perhatian pemerintah pusat, khususnya dari figur muda yang kini menduduki jabatan strategis.
“Mas Wapres Gibran membawa energi baru. Kita berharap semangat mudanya bisa menggerakkan kebijakan yang berpihak pada daerah timur, terutama Maluku,” ujarnya.
Agustinus juga menyampaikan doa agar Wapres senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan.
“Wajib sehat Mas Wapres. Semua ini demi Maluku pung bae,” tuturnya.
Ia menegaskan, dukungan moral insan pers daerah akan terus mengiringi langkah pemerintah dalam membangun Maluku dengan pendekatan yang humanis dan merangkul.
“Yang dibutuhkan daerah ini bukan janji, tapi sentuhan kemanusiaan. Dan cara Mas Gibran turun langsung ke pasar rakyat sudah menjawab itu,” ucapnya.
Kata Agustinus, kehangatan yang terpancar dari masyarakat Maluku menjadi pesan simbolik: rakyat siap mendukung setiap langkah pembangunan selama mereka dilibatkan, dihargai, dan didengar.
“Semangat kebersamaan antara rakyat dan pemerintah harus terus dijaga. Di situlah fondasi kemajuan Maluku ke depan,” tandasnya.








































Komentar via Facebook