Ketua PWI Pusat Saksikan Peresmian Layanan Immunotherapy Revolusioner di RSPPN Soedirman, Bukti Kemandirian Medis Anak Bangsa

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 11 November 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ketua PWI Pusat Saksikan Peresmian Layanan Immunotherapy Revolusioner di RSPPN Soedirman, Bukti Kemandirian Medis Anak Bangsa

Jakarta, TribunNusantara.web.id |  Senin sore (10/11/2025) di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman, sebuah babak baru layanan kesehatan masyarakat Indonesia ditandai dengan peresmian Layanan Immunotherapy Nusantara dan peluncuran Digital Subtraction Angiography (DSA).

Momen bersejarah itu disaksikan langsung oleh Akhmad Munir, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, bersama sejumlah pengurus PWI, menegaskan dukungan penuh dunia pers terhadap inovasi medis dalam negeri.

Dalam ruangan yang dipenuhi aura keseriusan sekaligus harapan, Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi R. secara simbolis membuka layanan kesehatan baru yang dikembangkan sepenuhnya oleh para tenaga medis dan peneliti Indonesia. Teknologi canggih itu menjanjikan akses perawatan mutakhir bagi masyarakat luas, tanpa terkecuali.

Ketua PWI Pusat, yang hadir bersama Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sekedang serta Wakil Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Badar Subur dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan Zarman Syah, menyampaikan kegembiraannya.

“Kami sangat mengapresiasi undangan dan kesempatan memberi perhatian pada inovasi imunoterapi ini. Ini bukan sekadar langkah teknis, tapi bukti nyata kemandirian bangsa dalam bidang kesehatan,” ujar Munir diselingi senyum optimistis.

Menteri Pertahanan menegaskan bahwa layanan ini bukan hanya untuk memperkuat TNI sebagai benteng pertahanan negara, tapi juga membuktikan komitmen membuka akses pelayanan kesehatan berteknologi tinggi bagi rakyat Indonesia.

“Pelayanan ini kami dedikasikan bagi semua lapisan masyarakat. Ini harapan besar kami untuk memperkuat daya tahan kesehatan nasional,” ujarnya mantap.

Panglima TNI Agus Subiyanto menambahkan, dengan hadirnya DSA dan imunoterapi, TNI menunjukkan komitmennya bukan hanya menjaga kedaulatan secara militer, melainkan juga melalui kesehatan yang prima.

“Kesehatan adalah fondasi kekuatan bangsa. Dengan fasilitas ini, kami ingin meningkatkan kualitas layanan medis yang berdampak luas bagi ketahanan negara,” tegasnya.

Sentuhan humanis juga terpancar dari kehadiran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bappenas Rachmat Pambudy. Di tengah aktivitas formal, ia secara spontan mendonorkan plasma darah sebagai bagian dari program immunotherapy.

“Menhan menawarkan langsung, susah menolak. Ini pengalaman pertama saya, tapi saya optimistis ini langkah maju bagi perawatan kesehatan di Indonesia,” ungkap profesor kewirausahaan IPB ini dengan semangat.

Kehadiran para tokoh pers, militer, dan pemerintahan di momentum ini bukan hanya acara seremoni. Ini adalah cerminan nyata sinergi strategis, memperlihatkan optimisme bahwa kolaborasi modern antara pertahanan dan kesehatan mampu melahirkan revolusi medis yang meluas.

Dari RSPPN Soedirman, harapan baru terbuka lebar untuk memperkuat ketahanan kesehatan bangsa melalui inovasi canggih dan pemerataan akses layanan yang selama ini jadi tantangan besar.
 

(BR)