KETUA YAYASAN IRESA SUMBER KASIH, Dr. Ir. IZAK YEHOSUA SIAMILOY, M.Si, PUTRA ASLI MOA SIAP MENGABDI BANGUN SDM KESEHATAN MALUKU BARAT DAYA
Tribun-nusantara.web.id. Maluku Barat Daya, Tiakur – Komitmen membangun daerah tidak selalu diwujudkan saat berada di puncak karier, tetapi justru semakin kuat menjelang masa purnabakti. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Dr. Ir. Izak Yehosua Siamiloy, M.Si, Ketua sekaligus Pendiri Yayasan Iresa Sumber Kasih dan pendiri SMK Kesehatan Iresa Anugerah, yang merupakan putra asli Desa Tounwawan, Pulau Moa.
Selama kurang lebih 35 tahun mengabdi sebagai pejabat tinggi di Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia di Jakarta, Dr. Izak Yehosua Siamiloy dikenal sebagai figur birokrat yang berdedikasi. Salah satu kontribusi besarnya adalah mendorong hadirnya program strategis di wilayah timur Indonesia, termasuk proyek Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Moa di Tiakur, Kabupaten Tiakur, Maluku Barat Daya.
Kini, menjelang masa purnabaktinya, beliau menyatakan tekad bulat untuk kembali dan mengabdikan diri membangun tanah kelahirannya.
“Saya telah mengabdikan diri selama 35 tahun di Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta. Hari ini, saya berkomitmen untuk turut serta membangun negeri Kabupaten Maluku Barat Daya. Saya adalah anak asli Pulau Moa, Desa Tounwawan, dan sudah saatnya saya memberikan kontribusi nyata untuk daerah ini,” tegasnya.
Mendirikan SMK Kesehatan Pertama di Moa
Salah satu langkah konkret yang telah diwujudkan adalah pendirian SMK Kesehatan Iresa Anugerah, sekolah menengah kejuruan kesehatan pertama di Pulau Moa. Melalui Yayasan Iresa Sumber Kasih, Dr. Izak ingin mencetak generasi tenaga kesehatan (nakes) lokal yang profesional, kompeten, dan siap mengabdi di wilayah kepulauan.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Kabupaten Maluku Barat Daya sebagai daerah kepulauan masih menghadapi tantangan serius dalam pemerataan tenaga kesehatan, terutama di puskesmas pembantu (pustu), puskesmas keliling, hingga fasilitas kesehatan di desa-desa terpencil.
Menurutnya, solusi jangka panjang bukan hanya mendatangkan tenaga dari luar daerah, tetapi membangun sumber daya manusia lokal yang memiliki ikatan emosional dan komitmen terhadap tanah kelahirannya.
Sejalan dengan Regulasi Nasional Pendidikan dan Kesehatan
Pendirian dan pengelolaan SMK Kesehatan tentu tidak terlepas dari kerangka regulasi nasional, antara lain:
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menegaskan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, yang mengatur bahwa tenaga kesehatan harus memiliki kompetensi, sertifikasi, dan pendidikan yang sesuai standar nasional.
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan pendidikan bermutu.
Dengan mengacu pada regulasi tersebut, SMK Kesehatan Iresa Anugerah diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memenuhi standar kompetensi nasional, siap mengikuti uji kompetensi, dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di bidang kesehatan.
Visi Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Dr. Izak Yehosua Siamiloy juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara yayasan pendidikan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya. Menurutnya, pembangunan daerah kepulauan membutuhkan sinergi lintas sektor, baik pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan infrastruktur.
Ia menyatakan kesiapannya untuk membangun kerja sama strategis dengan Pemerintah Daerah MBD guna:
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan lokal.
2. Mendorong pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke pulau-pulau terluar.
3. Mengintegrasikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil daerah.
Sebagai daerah kepulauan, Maluku Barat Daya memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Jarak antar pulau, keterbatasan akses transportasi, serta minimnya fasilitas kesehatan menjadi persoalan yang harus dijawab dengan kebijakan berbasis kebutuhan lokal.
Pengabdian Putra Daerah untuk Negeri
Komitmen Dr. Izak bukan sekadar wacana, melainkan bentuk tanggung jawab moral sebagai anak daerah. Ia meyakini bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada kehadiran figur-figur yang memiliki kepedulian dan visi jangka panjang.
Dengan pengalaman panjang di tingkat kementerian dan jaringan nasional yang dimilikinya, ia optimistis SMK Kesehatan Iresa Anugerah akan menjadi pusat lahirnya generasi tenaga kesehatan yang berintegritas dan berdaya saing.
Langkah ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa putra-putri daerah yang telah berhasil di tingkat nasional memiliki peran strategis untuk kembali membangun kampung halaman.
Maluku Barat Daya membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia unggul. Dan melalui pendidikan vokasi kesehatan, harapan itu kini mulai dibangun dari Pulau Moa, untuk masa depan yang lebih sehat dan mandiri.
(KAREL MOA)








































Komentar via Facebook