Ketum GAMKI Sahat Sinurat: Jangan Sibuk Minta Bantuan, Tunjukkan Karya Nyata untuk Maluku Tenggara

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 13 Oktober 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ketum GAMKI Sahat Sinurat: Jangan Sibuk Minta Bantuan, Tunjukkan Karya Nyata untuk Maluku Tenggara

Maluku Tenggara, TribunNusantara.web.id | Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Sahat Martin Philip Sinurat, menyerukan agar seluruh kader GAMKI di Maluku Tenggara tampil sebagai motor perubahan yang membawa manfaat nyata bagi gereja, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Pesan itu disampaikan Sahat saat melantik pengurus DPC GAMKI Kabupaten Maluku Tenggara periode 2025–2028 di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Rabu (8/10/2025). Dalam sambutan yang penuh semangat itu, Sahat menegaskan bahwa GAMKI harus hadir sebagai gerakan yang memberi, bukan meminta.

“GAMKI harus menjadi organisasi yang pantang meminta dan suka memberi. Jangan sibuk membuat proposal bantuan, tapi tunjukkan karya nyata yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Sahat disambut tepuk tangan hadirin.

Ia mendorong pengurus yang baru dilantik untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan. Menurutnya, penguatan basis akar rumput adalah kunci agar pelayanan sosial dan aksi kemanusiaan GAMKI benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh wilayah.

“Gunakan tiga tahun masa bakti ini untuk membangun pelayanan di tingkat paling bawah. Aktifkan PAC-PAC, agar kehadiran GAMKI terasa sampai ke kampung-kampung,” pesan Sahat.

Dalam pidatonya, Sahat juga menyinggung nilai dasar organisasi yang berpijak pada semangat persaudaraan dan pelayanan. Ia mengutip surat Galatia 6:2, yang mengingatkan pentingnya saling menanggung beban dan menolong sesama.

“Semangat persaudaraan itu yang harus dihidupkan. Tidak hanya antaranggota GAMKI, tapi juga untuk membantu masyarakat Maluku Tenggara yang membutuhkan,” katanya.

Sahat kemudian menyinggung sejarah panjang GAMKI yang berdiri sejak 1945 dan resmi mengusung nama GAMKI pada 1962. Ia berharap semangat para pendiri tetap menjadi api yang menyala dalam diri setiap kader muda untuk melayani dengan hati dan integritas.

Selain menekankan peran sosial dan spiritual, Sahat juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia mencontohkan sejumlah inisiatif DPP GAMKI yang berhasil memperjuangkan tambahan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas melalui kerja sama lintas lembaga.

“Kalau ada program atau kebutuhan daerah yang bisa disuarakan ke pusat, sampaikan saja. Kami di DPP siap bantu advokasi,” ungkapnya.

Tak hanya bicara soal internal organisasi, Sahat juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas agama dan organisasi kepemudaan. Bagi dia, perbedaan tidak boleh menjadi sekat dalam pelayanan dan kebangsaan.

“GAMKI, Pemuda Katolik, Ansor, Pemuda Muhammadiyah, GMKI — kita semua sudah melewati batas perbedaan. Kita adalah pemuda Indonesia yang berkomitmen pada nilai-nilai Pancasila, keberagaman, dan keadilan,” tandasnya.

Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Maluku Tenggara Carlos Fial Rantoknam, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Faujan, Ketua DPD GAMKI Maluku Semi, serta perwakilan organisasi kepemudaan lintas agama seperti KNPI, Pemuda Katolik, GMKI, Ansor, dan Pemuda Muhammadiyah.

Mengakhiri sambutannya, Sahat menutup acara dengan pantun yang memancing senyum undangan:

“Makan ikan bakar sambal rica-rica,
Walau pedas, nikmat rasanya.
Pelantikan GAMKI Maluku Tenggara telah terlaksana,
GAMKI siap mengabdi untuk daerah, masyarakat, dan gereja.”

Acara pelantikan berlangsung hangat, diiringi nyanyian rohani dan tepuk tangan para kader muda yang berjanji melanjutkan tradisi pelayanan GAMKI dengan semangat solidaritas dan pengabdian tanpa pamrih.

 

Writter : Billy Rahanra